Seorang penjaga malam memergoki lima penyusup itu dan langsung menelepon polisi. Kelimanya pun ditahan di lantai enam gedung Watergate.
Ketika diperiksa polisi, kelima penyusup tersebut menyodorkan nama palsu. Tapi, setelah mendapatkan tekanan dari penyidik, mereka mengakui identitas aslinya.
Terkejutlah polisi saat tahu siapa mereka sebenarnya. Ternyata mereka adalah James McCord—yang kemudian menghubungkan pembobolan itu kepada CREEP; mantan agen CIA Bernard Baker; seorang tentara bayaran kelahiran AS yang pernah bertempur melawan Castro bernama Frank Sturgis; serta dua orang Kuba, Virgilio Gonzalez dan seorang tukang kunci bernama Euginio Martinez.
Sebenarnya, ketika lima orang itu dibekuk, Liddy, Hunt, dan seorang mantan agen FBI bernama Alfred C. Baldwin—tiga orang yang bertugas sebagai pengendali operasi—berada di dekat gedung Watergate untuk mengawasi jalannya operasi. Namun, ketiganya berhasil lolos.
Tertangkapnya lima orang tersebut jelas membahayakan Nixon. Sang Presiden pun, seperti biasa, langsung reaktif. Dia berusaha berdalih.
Nixon langsung tampil di depan publik, mengutuk aktivitas penyadapan itu, dan mengaku jika kabar pembobolan gedung Watergate dia terima ketika sedang berlibur ke Key Biscane, Florida.
Nixon, dalam pidatonya, juga menyebut aktivitas penyadapan kantor Komite Nasional Partai Demokrat itu sebagai hal bodoh. Katanya, siapa saja yang paham politik tahu jika markas besar komite nasional adalah tempat yang tak berguna untuk disinggahi—apalagi untuk mendapatkan rahasia mengenai strategi kampanye presiden.
Bangkai Tercium
Ketika kelima pembobol dihadapkan pengadilan pada 17 Juni 1972, awalnya mereka mengklaim sebagai kelompok ”anti-komunis” yang tak ada hubungannya sama sekali dengan pemerintahan Nixon. McCord bahkan berbisik pada hakim, mengaku bahwa dia adalah CIA.
Upaya untuk menutupi keterlibatan Nixon mulai terbongkar oleh laporan-laporan pers, yang berhasil mengidentifikasi jika McCord adalah koordinator sekuriti CREEP—komisi bentukan Nixon. Namun Mitchell, bos CREEP, menyangkal laporan pers itu dengan mengeluarkan pernyataan bahwa McCord hanya dipekerjakan sebagai konsultan sekuriti sementara dan sudah dibebastugaskan sebulan sebelum kejadian.
Siasat Nixon mungkin tak akan pernah terkuak dan kasus penyadapan akan berakhir di ruang sidang seandainya tak ada dua wartawan muda Washington Post, Bob Woodward, 29 tahun, dan Carl Bernstein, 28 tahun, yang menemukan bukti bahwa dalam buku-buku alamat yang disimpan para pembobol tercantum nama E. Howard Hunt.
Pada 20 Juni 1972, Washington Post mengangkat sebuah laporan yang menyebut Hunt bekerja pada konsultan Charles Colson—yang tak lain adalah penasihat khusus Nixon. Fakta inilah yang kemudian menghubungkan pembobolan Watergate dengan sang presiden.
Gedung Putih geger.





