Kedubes Iran Bantah Klaim Prabowo soal Senjata Nuklir

​Kedutaan Besar Iran di Indonesia membantah pernyataan Presiden Prabowo Subianto ihwal kepemilikan senjata nuklir yang dikhawatirkan memicu perlombaan senjata di Timur Tengah. (Kolase istimewa tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden dan X @IranInIndonesia) 

Kedutaan Besar Iran di Jakarta menegaskan Republik Islam Iran tidak pernah mengejar kepemilikan senjata nuklir, merespons pernyataan Presiden Prabowo Subianto tentang potensi perlombaan senjata di Timur Tengah.

Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia memberikan respons resmi terhadap pernyataan Presiden Prabowo Subianto. Perwakilan diplomatik itu membantah klaim soal kepemilikan senjata pemusnah massal oleh Teheran.

“The Islamic Republic of Iran tidak pernah mengejar kepemilikan senjata nuklir dan tidak akan pernah melakukannya,” tulis akun resmi Kedubes Iran di platform X pada Minggu, 2 Agustus 2026.

Kedubes menyatakan seluruh aktivitas nuklir Iran berjalan dalam kerangka hukum internasional. Program itu diklaim sepenuhnya berlandaskan Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT) untuk tujuan damai.

Bacaan Lainnya

Fasilitas nuklir Teheran disebut berada di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Iran mengklaim menerapkan salah satu sistem inspeksi paling ketat di dunia.

Dalam doktrin pertahanan, Kedubes mengutip fatwa Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran yang mengharamkan senjata nuklir. Teknologi itu hanya dimanfaatkan untuk energi, kesehatan, dan penelitian.

Siaran Langsung Terputus

Sebelumnya, Prabowo menyinggung isu ini saat bertemu pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 31 Juli 2026. Ia menyoroti potensi efek domino perlombaan senjata di Timur Tengah.

“Dikatakan bahwa Iran sudah punya senjata nuklir. Sekarang Saudi Arabia ingin juga punya senjata nuklir,” kata Prabowo. Ia menambahkan, kondisi itu membuka peluang bagi Uni Emirat Arab, Qatar, hingga Mesir untuk mengikuti.

Tayangan siaran langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden mendadak terhenti tepat setelah pernyataan itu. Audio terputus bersamaan dengan hilangnya gambar.

Video rekaman acara kemudian diunggah ulang. Namun, segmen yang memuat pernyataan soal Iran dan potensi perlombaan senjata nuklir telah dihilangkan. Hingga kini, pihak Istana belum memberikan penjelasan resmi.

Pengawasan Internasional

Status kepemilikan senjata nuklir Iran belum terverifikasi sebagai fakta militer oleh komunitas global. Kepala IAEA Rafael Grossi berulang kali menyatakan tidak ada bukti program terstruktur untuk membangun senjata nuklir di Teheran, meski kekhawatiran atas cadangan uranium yang diperkaya dan pembatasan akses inspektur tetap ada.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan