Genap Berusia 100 Tahun, Seperti Ini Sejarah Berdirinya Ponpes Gontor

Ponpes Gontor
Ponpes Modern Darussalam Gontor. (Wikipedia)

Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo berdiri bertepatan 12 Rabiulawal 1345 Hijriah. Jejaknya bermula dari pesantren Tegalsari sebelum diperbarui tiga bersaudara Sahal, Fanani, dan Zarkasyi.

Pondok Modern Darussalam Gontor genap berusia 100 tahun pada Minggu, 20 September 2026. Pesantren di Ponorogo, Jawa Timur, itu berdiri pada 20 September 1926, bertepatan dengan 12 Rabiulawal 1345 Hijriah.

Menurut laman resmi Gontor, cerita berdirinya bermula dari Pondok Tegalsari di Kecamatan Jetis, yang didirikan Kiai Ageng Hasan Besari. Salah seorang santri, Sulaiman Jamaluddin, kemudian dipercaya membuka pesantren sendiri di Desa Gontor, sekitar 3 kilometer timur Tegalsari atau 11 kilometer tenggara Kota Ponorogo.

Pada masa itu kawasan itu masih berupa hutan. Pondok Gontor dimulai dengan sekitar 40 santri dan berkembang pada masa Kiai Anom Besari, lalu diteruskan Kiai Santoso Anom Besari.

Bacaan Lainnya

Pembaruan 1926

Generasi keempat memperbarui sistem pendidikan dan mendirikan Pondok Modern Darussalam Gontor. Tiga dari tujuh putra-putri Kiai Santoso Anom Besari—Kiai Ahmad Sahal (1901–1977), Kiai Zainuddin Fanani (1908–1967), dan Kiai Imam Zarkasyi (1910–1985)—menuntut ilmu di berbagai lembaga, lalu kembali ke Gontor.

Jenjang pendidikan dasar dimulai dengan nama Tarbiyatul Athfal. Pada 19 Desember 1936 didirikan Kulliyatul Muallimin Al-Islamiyah, program pendidikan enam tahun setingkat sekolah menengah.

Perguruan tinggi didirikan 17 November 1963 sebagai Perguruan Tinggi Darussalam, kemudian berubah nama menjadi Institut Pendidikan Darussalam dan Institut Studi Islam Darussalam. Sejak 1996, institut itu memiliki kampus di Demangan, Siman, Ponorogo, dengan fakultas Tarbiyah, Ushuluddin, dan Syariah.

Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo saat ini dipimpin Kiai Hasan Abdullah Sahal, Profesor Amal Fathullah Zarkasyi, dan Kiai M. Akrim Mariyat.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan