BMKG memprediksi ribuan gempa susulan akan mengguncang wilayah NTT hingga empat pekan ke depan. Aktivitas seismik yang tinggi membentuk klaster di Nagekeo serta Manggarai, memicu longsor dan kerusakan bangunan. Warga diimbau untuk tetap waspada.
Kategori: Alam dan Lingkungan
El Nino Datang, Jangan Tunggu Krisis Air: Pakar Unair Dorong Rain Harvesting
Masyarakat perlu mulai menyiapkan cadangan air sebelum kekeringan semakin parah. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah membuat reservoir atau tempat penyimpanan air secara mandiri.
BMKG Ungkap Tiga Gempa Kuat NTT, Simalungun, dan Parigi Moutong Tak Saling Berkaitan
BMKG menegaskan tiga gempa kuat di NTT, Simalungun, dan Parigi Moutong dalam sehari tidak saling terkait karena berasal dari sistem tektonik berbeda.
Sesar Busur Belakang Flores Guncang NTT, Seberapa Besar Ancamannya?
Gempa bumi M 7,7 dari Sesar Naik Busur Belakang Flores mengguncang NTT pada 15 Agustus 2026. BMKG mencatat tsunami setinggi hingga 0,94 meter di Maurole dan 54 gempa susulan. Wilayah ini tergolong sabuk tektonik aktif dengan riwayat gempa besar.
Pemadaman Kebakaran Gunung Bromo Libatkan 3 Helikopter
Operasi udara difokuskan pada titik api yang tak mungkin ditangani efektif lewat jalur darat.
Guru Besar ITS Kembangkan Teknologi Bioremediasi Berbasis Bakteri untuk Atasi Pencemaran
Proses ini lebih efektif karena memanfaatkan mikroorganisme yang telah beradaptasi dengan lingkungan tercemar.
Super El Nino Menguat 0,1 Derajat Celsius per Minggu
Fenomena Super El Nino resmi terbentuk dengan kenaikan suhu mingguan. BRIN dan BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai kekeringan dan potensi kebakaran lahan.
BMKG Nyatakan Indonesia Masuk Fase El Nino Kuat
BMKG menyatakan Indonesia masuk fase El Nino kuat akibat naiknya suhu Samudra Pasifik. Pemerintah memfokuskan antisipasi karhutla serta pemenuhan air bersih melalui modifikasi cuaca di enam provinsi rawan.
Karhutla Tembus 107 Ribu Hektare, Melonjak 366 Persen dari 2025
Karhutla Indonesia mencapai 107.465,47 hektare pada Januari–Juni 2026, melonjak 366 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Suhu Ekstrem Mengancam Kemampuan Hutan Tropis Menyerap Karbon Dunia
Riset EPFL menunjukkan suhu bumi yang ekstrem merusak protein daun pohon hutan tropis. Akibatnya, kemampuan menyerap karbon dioksida menurun drastis dan mengancam stabilitas iklim dunia.
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.









