BMKG Prediksi Ribuan Gempa Susulan di NTT hingga Sebulan

Ilustrasi 2.403 Gempa Susulan Guncang NTT. (Instagram/infobmkg)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi ribuan gempa susulan akan terus mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) selama tiga hingga empat pekan ke depan.

​Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menyatakan rangkaian gempa susulan di NTT masih akan terus berlangsung. Rentetan lindu ini diprediksi berlanjut karena fase awal pasca-gempa memperlihatkan pola waktu yang kompleks.

​”Aktivitas gempa susulan pada beberapa hari pertama masih relatif tinggi dan belum menunjukkan pola peluruhan yang signifikan,” kata Wijayanto dalam keterangan tertulisnya, Ahad (23/8/2026).

​Menurut dia, jumlah gempa per 24 jam mencapai 704 kejadian pada hari pertama. Angka ini meningkat menjadi 746 pada hari kedua, berfluktuasi di kisaran 600 kejadian pada hari ketiga hingga kelima, lalu melonjak tajam menjadi 802 kejadian pada hari keenam.

Bacaan Lainnya

​Pergeseran Klaster Gempa

​Ihwal sebaran gempa, Wijayanto menjelaskan bahwa guncangan tidak menyebar merata, melainkan membentuk beberapa klaster. Klaster utama berada di sekitar zona sumber gempa bermagnitudo 7,7 di utara Nagekeo, membentang mengikuti arah Sesar Naik Busur Belakang Flores.

​”Sementara itu, klaster susulan lainnya muncul di bagian barat zona sumber utama, tepatnya di sebelah utara Kabupaten Manggarai,” ujar Wijayanto memaparkan.

​Rangkaian lindu ini menimbulkan guncangan berintensitas IV-VI MMI yang dirasakan kuat oleh masyarakat. Guncangan susulan bermagnitudo 5,6 dan 5,8 yang terjadi pada 19 dan 20 Agustus 2026 memicu kerusakan bangunan serta memunculkan tanah longsor di beberapa titik.

​Pemantauan Waktu Nyata

​Selain itu, BMKG terus mengoperasikan sistem pemantauan waktu nyata selama 24 jam penuh untuk menganalisis karakteristik gempa. Hasil analisis terkait arah pergerakan dan magnitudo ini menjadi dasar informasi bagi masyarakat serta instansi terkait.

​Sebelumnya, aktivitas seismik terpantau menyebar merata dari timur ke barat pada empat hari pertama. Namun memasuki hari kelima dan keenam, pusat kekuatan bergeser ke klaster barat, sementara aktivitas di timur mulai menurun.

​Merespons dinamika tersebut, Wijayanto mengimbau warga terdampak untuk tetap tenang dan menjauhi bangunan yang retak. Warga juga diminta tidak mudah terpancing oleh isu liar terkait bencana.

​“Untuk memastikan keterbukaan informasi, BMKG mempublikasikan pembaruan data aktivitas gempa bumi susulan secara rutin dua kali sehari, yaitu setiap pukul 05.00 WIB dan 17.00 WIB,” ucap Wijayanto. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan