Panitia Muktamar NU Uji Coba Pendaftaran Digital dan Transportasi Peserta

Panitia Lokal (Panlok) dan Panitia Daerah (Panda) Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 menggelar simulasi penyambutan dan pendaftaran peserta atau muktamirin, Sabtu (22/8/2026). (Istimewa) 

Panitia Lokal Muktamar Ke-35 NU menguji sistem registrasi digital dan alur kedatangan peserta demi kelancaran serta mencegah penumpukan massa di Jombang.

​Ketua Panitia Lokal Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), KH Abdurrozaq Sholeh, memimpin simulasi pendaftaran peserta di Jombang, Jawa Timur. Uji coba berfokus pada sistem registrasi digital guna mencegah penumpukan massa. Kegiatan berlangsung pada Sabtu, 22 Agustus 2026.

​Pos pendaftaran ini menjadi pintu masuk penentu keabsahan peserta muktamar. “Hanya muktamirin yang terverifikasi secara sah berhak mendapat kartu identitas resmi dan diarahkan ke penginapan,” kata Abdurrozaq. Peserta yang tidak tervalidasi dilarang memasuki area utama.

Ilustrasi tahapan pendaftaran Digital dan transportasi peserta Muktamar Ke-35 NU, Tambakberas, Jombang. (AI Generate)

​Ihwal kedatangan peserta, panitia menyiapkan skema dari berbagai titik transportasi umum. Peserta dari Stasiun Jombang akan dijemput armada khusus panitia. Sementara itu, peserta dari Bandara Juanda diangkut menggunakan bus hasil kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Bacaan Lainnya

​Selain itu, panitia menyiapkan area penurunan penumpang di gerbang utama bagi pengguna kendaraan pribadi. Setibanya di lokasi, peserta diarahkan ke ruang tunggu Gedung MA Bahrul Ulum. Mereka wajib menjalani pemeriksaan awal sebelum bergeser ke tahap selanjutnya.

​Penerapan Teknologi dan Kendaraan Listrik

​Di Gedung MTs Bahrul Ulum, panitia memverifikasi berkas akhir sekaligus mencetak kartu identitas. Pada tahap ini, teknologi identifikasi frekuensi radio (RFID) dan kode QR diuji coba. Sistem ini terintegrasi langsung dengan basis data resmi pengurus pusat.

​Setelah memiliki identitas resmi, mobilitas peserta menuju penginapan dilayani dengan armada ramah lingkungan. Panitia menyediakan becak listrik dan mobil golf. Kendaraan ini juga akan digunakan untuk mengantar peserta ke lokasi Sidang Pleno I.

​Simulasi gladi kotor ini melibatkan kolaborasi lintas divisi seperti keamanan, transportasi, hingga kesekretariatan. Seluruh catatan kekurangan dari kegiatan ini akan dievaluasi secara menyeluruh. Pembenahan segera dilakukan sebelum tahap gladi bersih dimulai.

​”Dari simulasi hari ini, tentu ada beberapa kekurangan yang perlu diperbaiki karena ini baru tahap awal,” kata Abdurrozaq. “Evaluasi akan terus kita lakukan dan saat perhelatan nanti persiapannya sudah jauh lebih matang.”***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan