Membawa perlengkapan operasi dan anestesi, tim medis Unair diterjunkan ke NTT untuk menangani korban sekaligus memetakan kebutuhan pascagempa.
Gerak cepat Universitas Airlangga (Unair) melalui Garda Ksatria Airlangga diwujudkan dalam respons kemanusiaan terhadap bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada Senin (17/8/2026) berbarengan dengan peringatan Hari Kemerdekaan RI, Unair melepas tim aju tanggap darurat menuju lokasi terdampak.
Dipimpin dr Teddy Wardhana Sp OT selaku Koordinator Bantuan Medis Garda Ksatria Airlangga, tim awal tersebut bertugas mengidentifikasi kondisi lapangan, memetakan kebutuhan medis, serta membantu penanganan korban pada fase akut pasca gempa.
Rektor Unair Prof Muhammad Madyan SE MSi MFin menyampaikan bahwa penerjunan tim aju merupakan wujud kepedulian sekaligus respons kampus terhadap bencana yang melanda NTT.
Menurutnya, sebagai institusi pendidikan tinggi, Unair memiliki tanggung jawab untuk turut hadir memberikan manfaat bagi masyarakat dalam situasi kebencanaan.
“Kami sebagai institusi pendidikan tinggi juga turut berbelasungkawa atas bencana yang melanda NTT. Penerjunan ini menjadi wujud kontribusi dan respons Unair. Kami berharap tim bisa memberi manfaat bagi penanganan pasca bencana di lokasi,” ungkapnya.
Prof Madyan mengapresiasi kesiapan tim yang akan berangkat ke lokasi bencana. Ia berpesan agar seluruh anggota tim dapat menjalankan tugas dengan baik sekaligus menjaga nama baik Unair selama memberikan pelayanan kemanusiaan di NTT.
“Saya mengapresiasi tim yang siap berangkat ke lokasi bencana. Selalu jaga nama baik Unair di manapun. Selamat bertugas,” tuturnya.





