Dua orang tewas dan dua luka-luka di Pelabuhan El Say, Maumere. Peringatan tsunami sudah dicabut, 37 gempa susulan tercatat, kerusakan bangunan masih didata.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat dua orang meninggal dunia dan dua orang luka-luka akibat gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang perairan timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 04.58 WIB. Korban jiwa berada di kawasan Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka, sekitar seratus kilometer dari episentrum gempa.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton S.P. Panjaitan menyatakan, dua korban meninggal terdiri atas satu laki-laki dan satu perempuan, sementara dua orang lain mengalami luka-luka.
“Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia, yaitu satu laki-laki dan satu perempuan, serta dua orang mengalami luka-luka,” kata Berton di Jakarta, Sabtu pagi. Ia menambahkan, data tersebut masih diverifikasi di lapangan dan berpotensi diperbarui seiring pendataan lanjutan.
Kantor SAR Maumere melaporkan satu korban tewas bernama Meliana Nenong (54), yang tertimpa reruntuhan ruang tunggu Dermaga Lorens Say, bagian dari kompleks Pelabuhan El Say. Identitas korban laki-laki belum dirilis karena masih menunggu konfirmasi keluarga.
Dua korban luka telah dievakuasi ke RSUD T.C. Hillers Maumere dan kini menjalani perawatan medis. Tim SAR gabungan bersama TNI dan Polri terus mendata dampak di lokasi lain, termasuk di Kabupaten Nagekeo.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencabut peringatan dini tsunami pada pukul 07.30 WIB. Gelombang tertinggi tercatat 0,94 meter di Maurole, Kabupaten Ende.
Tsunami dengan ketinggian lebih rendah juga terdeteksi di Bulukumba (0,54 meter), Pelabuhan Kewapante (0,38 meter), dan Labuan Bajo (0,36 meter), serta sejumlah titik lain di Flores, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.
Hingga pukul 07.07 WIB, BMKG mencatat 37 gempa susulan dengan magnitudo berkisar 3,6 hingga 6,2. Dua gempa susulan bermagnitudo 6,2 tercatat terjadi pada pukul 05.13 WIB dan 05.28 WIB.
Kerusakan bangunan dilaporkan di sejumlah titik. Hotel Jayakarta di Labuan Bajo mengalami kerusakan parah pada bagian lobi, tembok, dan plafon. Tembok sejumlah rumah warga roboh di Maumere, Manggarai Barat, dan Labuan Bajo, meski jumlah pasti unit rumah yang terdampak belum dirilis resmi. Fasilitas publik seperti gereja, rumah sakit, dan sekolah di Labuan Bajo mengalami kerusakan ringan.
PLN Unit Induk Wilayah NTT tengah memulihkan pasokan listrik secara bertahap di wilayah yang terdampak gangguan.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menjelaskan, gempa ini dipicu aktivitas sesar naik di Busur Belakang Flores. Ia menyebut potensi magnitudo maksimum di kawasan tersebut dapat mencapai 7,8 hingga 7,9, yang berarti gempa bermagnitudo 7,7 yang baru terjadi belum tentu merupakan puncak aktivitas seismik di zona itu. Peristiwa serupa pernah tercatat pada 1992 dengan magnitudo 7,5.
BNPB bersama BPBD setempat terus berkoordinasi menangani dampak gempa. Masyarakat diimbau menghindari bangunan yang retak atau berpotensi roboh, serta hanya mengikuti informasi resmi yang dirilis BMKG dan BNPB.***





