Prabowo ke NTT Dalam Waktu Dekat, Senin atau Selasa

Presiden Prabowo Subianto berencana mengunjungi NTT usai gempa M7,7 dalam waktu dekat. (Sekretariat Presiden)

Presiden Prabowo Subianto mengundur jadwal kunjungan ke lokasi gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) karena memprioritaskan penanganan darurat kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.

​Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena memastikan jadwal kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke lokasi terdampak gempa di Pulau Flores ditunda. Rencana kedatangan pada akhir pekan ini diundur menjadi awal pekan depan.

​Kepastian perubahan jadwal kepresidenan ini disampaikan langsung oleh otoritas daerah. “Diundur ke hari Senin atau Selasa,” kata Melki saat mengonfirmasi jadwal terbaru kedatangan kepala negara.

​Ihwal penundaan tersebut, Prabowo diketahui harus memprioritaskan peninjauan mendesak ke Kalimantan Barat. Ia tiba di Pangkalan Udara TNI AU Supadio guna mengoordinasikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Bacaan Lainnya

​Fokus Padamkan Karhutla

​Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut kunjungan ke Kalimantan adalah langkah taktis memastikan pemadaman api serentak berjalan optimal di lapangan.

​”Sabtu pagi, 22 Agustus 2026, Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Kalimantan untuk mengecek dan memimpin langsung penanganan serentak kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan,” tutur Teddy.

​Selain itu, persiapan penyambutan di Kabupaten Nagekeo, Flores, sejatinya telah dilakukan oleh pemerintah daerah. Rombongan presiden awalnya diagendakan mendarat di helipad Batalyon 834/WM Nagekeo.

​Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada menyatakan jajarannya telah bersiap di lokasi sejak Jumat malam. “Iya besok ada kunjungan presiden, kami lagi di tenda untuk persiapan kunjungan,” ujarnya.

​Penanganan Darurat Gempa

​Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah pengungsi akibat gempa di wilayah NTT menembus 150.576 orang. Pemerintah telah mengerahkan ribuan personel gabungan ke lokasi.

​Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengonfirmasi jumlah korban jiwa turut bertambah dengan total 1.298 warga terluka.

​”Masih tetap ada bertambah jiwa yang meninggal dari pemberitahuan kemarin. Pada hari ini secara kumulatif jumlah yang meninggal ada 87 jiwa,” ucap Berton.

​Terkait kehadiran presiden di lokasi pengungsian, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan agenda tersebut tidak dibatalkan melainkan hanya dijadwalkan ulang oleh pihak istana.

​”Sedang dipersiapkan dalam waktu dekat, insyaallah akan ke sana. Nanti kita kabarin,” kata Prasetyo.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan