Universitas Airlangga (Unair) memperkuat komunikasi dengan orang tua mahasiswa baru melalui kegiatan silaturahmi tahun akademik 2026/2027 yang digelar selama dua hari, Sabtu-Ahad (22-23/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara kampus dan orang tua untuk membangun sinergi dalam mendukung proses akademik, pengembangan potensi, hingga kesiapan mahasiswa menghadapi dunia profesional.
Rektor Unair Prof Dr Muhammad Madyan, SE, MSi, MFin, menegaskan keberhasilan mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh perguruan tinggi. Dukungan keluarga, menurutnya, menjadi bagian penting dalam membantu mahasiswa menjalani proses pendidikan.
“Kami percaya, keberhasilan putra-putri kita tidak hanya ditentukan oleh peran universitas semata, tetapi juga oleh dukungan dan kerja sama yang erat dari keluarga di rumah,” tutur Prof Madyan, Ahad (23/8/2026).
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unair itu mengatakan sinergi antara kampus dan keluarga perlu dibangun sejak awal. Dengan demikian, orang tua dapat memahami lingkungan pendidikan sekaligus ruang tumbuh yang akan dijalani putra-putrinya selama berkuliah di Unair.
Unair Masuk 18,3 Persen Universitas Terbaik Dunia
Dalam kesempatan tersebut, Prof Madyan menyampaikan perkembangan Unair sebagai institusi pendidikan tinggi yang terus memberikan kontribusi kepada masyarakat.
Ia menyebut pengakuan nasional dan internasional yang diraih Unair merupakan hasil kerja bersama sivitas akademika, alumni, mitra, dan masyarakat.
Pada QS World University Rankings (WUR) 2027, Unair menempati peringkat ketiga terbaik di Indonesia dan peringkat ke-276 dunia. Capaian itu menempatkan Unair dalam kelompok 18,3 persen universitas terbaik dunia.
“Capaian tersebut merupakan hasil dari konsistensi, kerja keras, kolaborasi, dan perbaikan berkelanjutan. Namun, peringkat bukanlah tujuan akhir, melainkan salah satu indikator kualitas dan kontribusi Unair,” jelasnya.
Saat ini, Unair memiliki 16 fakultas dan satu Sekolah Pascasarjana dengan 191 program studi yang mencakup jenjang D3, D4, S1, S2, S3, profesi, spesialis, dan subspesialis.
Unair juga memiliki berbagai pusat penelitian dan Pusat Unggulan IPTEK-Perguruan Tinggi (PUI-PT) yang berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Mahasiswa Diminta Eksplorasi Potensi
Prof Madyan mengajak orang tua memberikan ruang kepada putra-putrinya untuk mengeksplorasi bakat dan minat selama menjalani masa studi.
Menurutnya, prestasi Unair tidak hanya lahir dari dosen dan peneliti. Mahasiswa juga memiliki kesempatan besar untuk berkembang melalui kegiatan akademik, penelitian, inovasi, kewirausahaan, olahraga, hingga seni.
“Mahasiswa-mahasiswa berprestasi tersebut juga pernah memulai dari titik yang sama seperti putra-putri Bapak dan Ibu hari ini, sebagai mahasiswa baru yang belajar beradaptasi dan menemukan potensi dirinya,” ujarnya.
Karena itu, Prof Madyan berharap mahasiswa baru tidak berhenti pada pencapaian akademik. Ilmu yang diperoleh selama kuliah diharapkan dapat dikembangkan menjadi solusi, inovasi, jejaring, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Untuk mendukung proses tersebut, Unair menyediakan berbagai ruang pengembangan melalui organisasi mahasiswa, unit kegiatan mahasiswa (UKM), pertukaran mahasiswa, kompetisi, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kewirausahaan.
Orang Tua Bukan Hanya Penopang Finansial
Prof Madyan menegaskan dukungan orang tua selama mahasiswa menjalani pendidikan di perguruan tinggi tidak sebatas dukungan finansial.
Menurutnya, mahasiswa juga membutuhkan motivasi, komunikasi, perhatian, dan pendampingan dari keluarga.
“Kami mengharapkan dukungan Bapak dan Ibu untuk terus memotivasi putra-putri kita agar memanfaatkan berbagai kesempatan di Unair, baik dalam kegiatan akademik, organisasi, inovasi, maupun pengembangan potensi diri,” ungkapnya.
Komunikasi terbuka antara orang tua dan universitas juga dinilai penting. Orang tua dapat berkomunikasi dengan pihak kampus melalui fakultas, Unit Layanan Terpadu, Direktorat Kemahasiswaan, maupun unit terkait apabila terdapat persoalan yang perlu didiskusikan.
“Semoga silaturahmi hari ini dapat mempererat tali persaudaraan kita dan menjadi awal yang baik bagi perjalanan akademik putra-putri Bapak dan Ibu di Unair,” pungkas Prof Madyan.
PUSPAS Unair Salurkan Donasi Rp7 Miliar
Sementara itu, Ketua Pusat Pengelolaan Dana Sosial (PUSPAS) Unair, Dr Wisudanto, SE, MM, CFP, ASPM, mengajak orang tua dan sivitas akademika membangun komitmen bersama untuk mendukung keberlanjutan pendidikan mahasiswa.
Wisudanto menyampaikan PUSPAS Unair telah menyalurkan donasi sekitar Rp7 miliar melalui berbagai program, termasuk beasiswa pendidikan dan bantuan penelitian.
Ia mengapresiasi kontribusi orang tua sekaligus mengajak masyarakat terus mendukung program PUSPAS Unair.
Menurutnya, setiap kontribusi untuk pendidikan merupakan bentuk amal jariyah sekaligus investasi bagi masa depan.
Sejalan dengan semangat Kampus Berdampak, PUSPAS Unair juga menghimpun kepedulian untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana di Indonesia.***





