Riset terbaru menunjukkan lonjakan suhu global membuat jutaan hektar pohon di hutan tropis kepanasan, merusak protein daun, dan menghambat penyerapan karbon dioksida secara masif.
Charlotte Grossiord, Asisten Profesor di Laboratorium Penelitian Ekologi Tanaman Institut Teknologi Federal Swiss di Lausanne (EPFL), mengungkapkan jutaan hektar hutan tropis dunia mengalami penurunan kemampuan fotosintesis akibat suhu ekstrem.
Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, Senin, 13 Juli 2026.
Riset tersebut mencatat pohon memiliki batas aman suhu sekitar 15 derajat Celsius untuk berfotosintesis secara optimal. Namun, gelombang panas dan kekeringan global membuat ambang batas tersebut menyusut drastis.
”Ketika daun menjadi terlalu panas, protein yang menggerakkan proses fotosintesis mulai rusak,” kata Charlotte Grossiord. Dampak lanjutannya, pohon akan menyerap lebih sedikit karbon dioksida sehingga pertumbuhannya terhambat.
Ancaman Wilayah yang Meluas
Tim peneliti membandingkan data suhu kritis dari 200 jenis pohon dengan hasil pantauan satelit di seluruh hutan tropis sejak tahun 2001 hingga 2020. Hasilnya, luas hutan tropis yang suhunya melewati batas aman melonjak dari 43 juta menjadi 57 juta hektar.
Tren kenaikan ini diprediksi terus memburuk jika pemanasan global tidak segera diredam. Para peneliti memperkirakan wilayah hutan tropis yang kepanasan melampaui batas kritis akan melonjak hingga 93 juta hektar pada 2050.
Angka kerusakan tersebut diproyeksikan berlipat ganda menjadi 160 juta hektar pada tahun 2100. Fenomena stres akibat panas ini ternyata tidak hanya melanda wilayah tropis, melainkan juga mulai merambah tanaman di kawasan Eropa seperti Swiss.
”Kita bisa mendeteksi wilayah-wilayah mana saja yang terancam bahaya dan bersiap menghadapi dekade-dekade mendatang,” kata Grossiord menjelaskan urgensi mitigasi berbasis data satelit skala besar tersebut.
Dampak Berantai Bagi Iklim Global
Penurunan performa hutan tropis sebagai penyerap karbon utama dipastikan bakal mempercepat laju pemanasan global. Selain itu, pohon yang stres akan melepaskan lebih sedikit uap air ke atmosfer bumi.





