Anggaran Turun Drastis, Perpusnas Setop Bantuan Buku ke Desa

Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, E. Aminudin Aziz. (Tangkapan layar YouTube TV Parlemen) 

Pemangkasan anggaran membuat Perpustakaan Nasional menghentikan program pengiriman buku ke desa hingga puskesmas pada 2026.


​Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) E. Aminudin Aziz mengakui pemangkasan anggaran berdampak langsung pada terhentinya sejumlah program literasi nasional. Hal ini disampaikan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X di Gedung DPR RI, Kamis (16/7/2026). Penurunan dana membuat penguatan literasi tidak bisa berjalan optimal.

​“Betul, dengan penurunan anggaran yang sangat drastis, pekerjaan yang terkait dengan literasi menjadi terganggu,” kata Aminudin seperti dikutip dari tayangan TV Parlemen.

​Salah satu program yang terpaksa dihentikan adalah bantuan pengiriman buku ke desa, taman bacaan masyarakat, lembaga pemasyarakatan, hingga pusat kesehatan masyarakat atau puskesmas. Mantan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa itu menyebutkan, program ini sebelumnya rutin berjalan pada periode 2024 hingga 2025.

Bacaan Lainnya

​Respons Positif Terkendala Dana

​Pada tahun-tahun sebelumnya, setiap titik lokasi layanan masyarakat menerima alokasi sekitar 1.000 buku dari Perpusnas. Aminudin menyebut inisiatif tersebut mendapat sambutan baik dan dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat di berbagai daerah.

​”Ini disambut dengan sangat luar biasa, dimanfaatkan dengan sangat baik, dan mendapatkan respons yang sangat-sangat positif,” ujarnya.

​Ihwal kelanjutan program, ia memastikan langkah tersebut harus dihentikan sepenuhnya pada tahun ini. Keterbatasan dana dinilai menjadi hambatan besar bagi upaya perluasan akses bacaan di daerah-daerah terpencil. “Tahun 2026 ini tidak bisa kami kerjakan karena tidak ada uangnya,” kata Aminudin.

​Realisasi Anggaran Sebelumnya

​Selain itu, Aminudin juga memaparkan kondisi keuangan instansinya pada tahun lalu. Pada 2025, Perpusnas awalnya mendapatkan alokasi anggaran lebih dari Rp721,6 miliar untuk berbagai kegiatan.

​Namun, pagu tersebut tidak sepenuhnya utuh karena sempat terjadi pemblokiran dana sebesar Rp132 miliar. Kondisi ini membuat anggaran akhir yang benar-benar bisa digunakan oleh Perpusnas menyusut menjadi Rp589,5 miliar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan