Kamis kemarin (9/7/2026), Prabowo mendeklarasikan Indonesia sebagai negara pertama di dunia yang terapkan B50. Klaim besarnya memang gagah — tapi satu ember sawit kini harus mengisi dua kebutuhan sekaligus: tangki kendaraan dan dapur rakyat.
Presiden Prabowo Subianto meresmikan program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). Momen itu penuh kebanggaan — lengkap dengan penekanan tombol sirine dan deretan pejabat yang hadir, dari Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sampai Dirut Pertamina Simon Mantiri.
“Dengan diluncurkan program ini, Indonesia resmi menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan mandatori biodiesel B50. Ini bukan sekadar pencapaian teknologi, ini adalah bukti bahwa Indonesia mampu memanfaatkan kekayaan alamnya sendiri untuk kepentingan rakyatnya sendiri,” ujar Prabowo dalam sambutannya, Kamis (9/7/2026).
Dalam pidato yang sama, Prabowo mengungkap bahwa ambisinya sejatinya lebih jauh dari B50. “B40 tidak cukup, bahkan pada saat itu saya mendorong ke arah B100. Namun menteri-menteri saya meyakinkan saya, ‘Pak, dengan B50 saja kita sudah tidak impor solar lagi dari luar negeri’,” kata Prabowo, Kamis (9/7/2026).
Apa itu B50 dan mengapa baru diresmikan sekarang?
B50 adalah bahan bakar solar yang mengandung 50 persen biodiesel berbasis minyak kelapa sawit dan 50 persen solar fosil. Program ini sebenarnya sudah mulai diberlakukan secara teknis sejak 1 Juli 2026, tapi peresmian seremonialnya baru dilakukan kemarin.
Ini bukan kebijakan yang muncul tiba-tiba. Indonesia sudah berjalan bertahap selama satu dekade: B20 (2016), B30 (2020), B35 (2023), B40 (2025), dan kini B50. Dasar hukumnya adalah Permen ESDM Nomor 4 Tahun 2025 dan Kepmen ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026, yang mewajibkan pencampuran biodiesel 50 persen ke dalam semua jenis solar — dari kendaraan pribadi hingga kereta api.
Saat ini ada masa transisi tiga bulan. SPBU belum semuanya menjual B50, dan harga mengacu pada tarif B40 yang berlaku sebelumnya. Implementasi penuh dijadwalkan pada 1 Oktober 2026.

