Arab Saudi Cegat Drone di Mekkah, Begini Bantahan Houthi

Otoritas Arab Saudi melalui Platform Peringatan Dini Nasional untuk Keadaan Darurat sempat mengeluarkan peringatan darurat pada hari Selasa (15/9) yang memperingatkan adanya potensi serangan di kota suci Mekkah, kota Jeddah dan Taif di bagian barat wilayah Saudi. Warga diserukan untuk mencari perlindungan dan mengikuti instruksi keselamatan resmi. – (Unggahan stori akun IG @insharifain)

Sistem pertahanan udara Arab Saudi menghancurkan drone Houthi sebelum menembus wilayah udara Mekkah. Insiden ini memicu sirine darurat pertama selama perang Yaman.

Juru Bicara Koalisi Pimpinan Arab Saudi, Brigadir Jenderal Turki al-Malki, mengonfirmasi penghancuran satu pesawat nirawak atau drone milik kelompok Houthi di dekat kota suci Mekkah. Insiden tersebut terjadi pada Selasa, 15 September 2026, sekitar pukul 18.50 waktu setempat.

Al-Malki menyebut drone itu berhasil dilumpuhkan sebelum merangsek ke wilayah udara terlarang. “Keamanan Dua Masjid Suci serta para jemaah merupakan garis merah yang tidak bisa ditawar,” kata al-Malki merespons potensi serangan susulan.

Sebelumnya, otoritas setempat menyalakan alarm peringatan dini di Mekkah, Jeddah, dan Taif. Pertahanan Sipil Arab Saudi mengimbau warga tetap tenang dan segera berlindung di dalam bangunan yang jauh dari area terbuka maupun jendela.

Bacaan Lainnya

Bantahan Kelompok Houthi

Ihwal tuduhan tersebut, kelompok pemberontak Houthi menepis keras klaim penyerangan ke arah Mekkah. Pejabat Biro Politik Houthi, Hazem Al Assad, menilai tudingan koalisi Arab Saudi itu sebagai isu lama yang sengaja diproduksi ulang.

Al Assad menegaskan bahwa tuduhan penargetan Mekkah tidak memiliki pijakan fakta dan tak akan memicu simpati internasional. “Klaim mengenai penargetan Mekkah adalah kebohongan usang yang pernah digunakan sebelumnya, dan tidak lagi dapat memperdaya siapa pun,” kata Al Assad melalui platform X.

Eskalasi Konflik Kawasan

Selain itu, rentetan ketegangan ini terjadi sehari setelah gempuran rudal Houthi menghantam Khamis Mushait, Abha, dan Taif yang melukai 13 warga sipil. Sekretariat Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengecam keras insiden ini dan menyatakannya sebagai tindakan terorisme.

Mantan Duta Besar Amerika Serikat untuk Arab Saudi, Michael Ratney, menggambarkan situasi sulit yang kini dihadapi Riyadh akibat memanasnya eskalasi kawasan. “Saat ini Arab Saudi benar-benar frustrasi. Dalam beberapa hal, ini adalah skenario terburuk mereka,” kata Ratney.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan