Kemdiktisaintek Rilis SatuBeasiswa, Portal Info Beasiswa Resmi bagi Mahasiswa

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, meluncurkan platform SatuBeasiswa Indonesia yang menyediakan info 71 program beasiswa bagi mahasiswa, dengan total pendanaan dari pemerintah dan mitra mencapai sekitar Rp16,37 triliun, pada Rabu (16/9). (Kemdiktisaintek)

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi meluncurkan portal SatuBeasiswa. Ekosistem digital ini mengintegrasikan puluhan program pendanaan secara nasional serta mencegah penipuan beasiswa bodong.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Sandro Mihradi, meresmikan peluncuran platform SatuBeasiswa. Portal ini berfungsi sebagai ekosistem digital untuk mencari beasiswa bagi mahasiswa secara nasional. Peluncuran berlangsung di Gedung D Kemdiktisaintek, Jakarta Pusat, pada Rabu, 16 September 2026.

“SatuBeasiswa Indonesia adalah ekosistem digital terintegrasi untuk mempertemukan pencari beasiswa dan pemberi beasiswa dalam satu portal nasional,” kata Sandro.

Ia mengatakan, platform ini dirancang bukan sekadar etalase informasi biasa. Sistem digital ini juga memudahkan pencocokan peluang kebutuhan pendidikan dengan profil talenta para pencari beasiswa. Selain itu, platform ini menyediakan data agregat yang bisa menjadi dasar koordinasi dan kebijakan bersama.

Bacaan Lainnya

Verifikasi Data dan Anggaran Triliunan

Ihwal kelengkapan data, Sandro mencatat sudah ada 71 program beasiswa yang tayang secara publik per 15 September 2026. Ia merinci, pendanaan tersebut mencakup anggaran dari pemerintah pusat maupun daerah sebesar Rp18,72 triliun, serta pihak swasta sekitar Rp1,5 miliar. Angka ini diproyeksikan akan terus bertambah seiring masuknya mitra baru.

Dana ini, kata Sandro, sudah menjangkau 853 penerima manfaat dari total fasilitas yang disiapkan untuk sekitar 1,67 juta orang. Pemberi dana yang tergabung meliputi perguruan tinggi, lembaga filantropi, pemerintah, hingga berbagai mitra pendidikan lainnya.

Sistem portal SatuBeasiswa dilengkapi berbagai fitur, mulai dari pencarian dan penawaran beasiswa, jumlah penerima manfaat, hingga detail pendaftaran. Sebelumnya, Sandro menegaskan bahwa Kemdiktisaintek menjamin tidak ada beasiswa bodong di platform tersebut karena seluruh informasi harus melalui tahap seleksi.

“Yang pertama itu adalah verifikasi data untuk memastikan setiap entri yang masuk benar-benar akurat, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan sebelum diakses publik,” ujar Sandro.

“Kedua, pembukaan portal publik agar informasi peluang beasiswa ini dapat benar-benar diakses dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang sedang mencari beasiswa, mulai dari calon mahasiswa, mahasiswa aktif, hingga alumni,” tuturnya. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan