Akhirnya; Sungguh Terlalu…
Sebelum kasus penyadapan Watergate ramai di ruang publik, Direktur FBI Edgar Hoover—yang tak pernah sejalan dengan Nixon—meninggal pada bulan Mei 1972. Nixon pun ingin agar jabatan yang ditinggal Hoover diserahkan pada Patrick Gray, orangnya sendiri. Maksudnya jelas: untuk melindungi semua kepentingannya.
Ketika sidang dan isu kasus pembobolan Watergate kian panas, Patrick Gray menghadap Komite Ervin—sebuah komite yang dibentuk untuk mencari fakta soal skandal ini, dipimpin oleh Senator Sam Ervin. Dia mengaku FBI gagal menginterogasi saksi-saksi kunci dalam kasus Watergate. Gray bermaksud melindungi Nixon.
Di saat bersamaan, penasihat presiden, John Dean, turut serta dalam wawancara pers dengan personalia Gedung Putih. Pers pun menyorot Dean, orang yang diduga membuat skenario penyembunyian aktivitas penyadapan.
Dean pun dipanggil untuk memberi kesaksian kepada Senat, tetapi menolak. Nixon mengatakan bahwa dia tidak membiarkan stafnya memberi kesaksian, dengan dalih hak istimewa eksekutif.
Menanggapi penolakan Nixon, Sam Ervin, Ketua Komite Pencari Fakta kasus Watergate, mengingatkan bahwa staf Gedung Putih bukanlah bangsawan atau anggota kerajaan. Jika mereka tak patuh pada panggilan tertulis dari pengadilan, dia akan mengusulkan agar Senat mengeluarkan surat perintah penahanan.
Pada 23 Maret 1973, Hakim John Sirica menjatuhkan hukuman yang kejam pada komplotan Watergate; 30 tahun untuk Liddy; 35 tahun buat Hunt; dan 40 tahun buat Barker, Gonzalez, Martinez, dan Sturgis. Total masa hukuman mereka semua adalah 225 tahun.
Pada 30 April 1973, beberapa bulan dalam periode kedua kepemimpinan Nixon, Sang Presiden tampil di TV menyikapi vonis itu. Lagi-lagi dia berusaha menampilkan kesan bersih. Menurut dia, dalam kasus Watergate ada suatu upaya untuk menyembunyikan fakta-fakta dari masyarakat umum. Pembobolan itu, katanya, adalah ”tindakan bodoh dan ilegal”.
”Tidak ada implikasi apa pun mengenai perbuatan curang pribadi di pihak mereka (penyadap),” kata Nixon. ”Saya akan melakukan apa pun, dalam kuasa saya, untuk memastikan bahwa yang bersalah mendapat hukuman setimpal,” katanya.
”Tidak boleh ada yang menyembunyikan kejahatan di Gedung Putih,” imbuhnya.
Namun demikian, sepintar apa pun Nixon menyamar, dia akhirnya tetap tak bisa berkelit. Pada 23 Agustus 1973, hakim Sirica memerintahkan agar Presiden Nixon menyerahkan rekaman delapan percakapan yang membuktikan siapa saja yang terlibat dalam operasi Watergate. Ada rekaman suara Nixon di situ.





