Belajar dari Skandal Watergate: Politik Curang yang Berujung Pengunduran Diri Presiden

Skandal Watergate

Nixon terus merasakan ancaman dari Demokrat. Lebih-lebih menjelang pemilihan tahun 1972. Nixon hendak maju lagi. Maka, untuk mengantisipasi ”hal-hal yang tidak diinginkan”, sepanjang 1970-1971 Nixon membuat beberapa proyek untuk menguping lawan-lawan politiknya dan mengawasi pers.

Pada tahun 1971, gelombang protes terhadap perang Vietnam yang dikreasi Nixon memasuki titik kulminasi. Pada bulan Juni tahun tersebut, New York Times mempublikasikan artikel berjudul Berkas-berkas Pentagon atau Pentagon Files. Inilah dokumen rahasia perang Vietnam paling menggegerkan yang merusak performa AS—terutama terkait serbuan tak sah Nixon ke Laos dan Kamboja. Yang menjadi sumber New York Times adalah seorang mantan analis intelijen Pentagon bernama Daniel Ellsberg.

Bacaan Lainnya

Nixon langsung mendirikan Badan Investigasi Khusus untuk merespons serangan media. Tugas utamanya membungkam Ellsberg, sang narasumber. Nixon menugaskan Ehrlichman dan deputinya yang bernama Egil Krogh Jr. untuk menjalankan Badan itu dari Ruangan 216 kantor Eksekutif, yang berada di sebelah Gedung Putih.

Badan Investigasi punya staf kurang lebih 50 orang. Mereka adalah orang-orang senior, antara lain pengacara staf Penasihat Keamanan Nasional David Young, serta penasihat khusus Nixon sendiri, Charles Colson.

Selanjutnya Colson mempekerjakan E. Howard Hunt, seorang mantan CIA yang pernah terlibat dalam invasi Teluk Babi, Kuba. Hunt didampingi mantan agen FBI dan asisten jaksa wilayah bernama G. Gordon Liddy.

Tugas utama Badan Investigasi adalah memfitnah Ellsberg. Goal mereka menyungkurkan si sumber valid. Untuk itu, pada September 1971, Hunt dan Liddy memerintahkan tiga agen Hunt—yang berkebangsaan Kuba—menerobos masuk ke kantor psikiater Ellsberg. Dan mereka sukses menjalankan tugas.

Pada Desember 1971, penasihat Gedung Putih, John Dean, memilih Liddy untuk bekerja di bawah John Mitchell dan Jed Magruder dalam Commitee to Re-elect the President (Komite Pencalonan Kembali Presiden) atau CREEP.

CREEP adalah badan khusus lainnya yang dibentuk Nixon untuk suksesinya di periode kedua. Entah kebetulan atau memang disengaja, penggunaan nama CREEP malah memperkuat kesan kekonyolan sang presiden. Dalam prokem Amerika, ”creep” berarti “orang yang menjijikkan”.

Liddy diberi posisi sebagai penasihat umum di CREEP. Namun, secara teknis, tugasnya adalah mengumpulkan intelijen politik.

Pada 27 Januari 1972, Liddy menguraikan rencana ”Operation Gemstone” kepada Mitchell, Magruder, dan Dean. Ini adalah operasi sabotase, pemerasan, penculikan, pencurian, dan pengawasan elektronis atau penyadapan.

Biaya operasionalnya diusulkan USD1 juta. Mitchell sempat menolak rencana ini karena menilai ongkosnya terlalu mahal. Liddy pun berinisiatif menyederhanakan operasi itu, dengan ”hanya” mengalokasikan USD250 ribu. Proyek pun di-ACC.

Gerakan pertama operasi adalah mendobrak masuk markas besar kampanye George McGovern, kandidat terkuat Partai Demokrat. Namun operasi itu gagal.

Pada 26 Maret 1972, Liddy, Hunt, dan tim yang terdiri dua orang Kuba, membongkar kantor-kantor Komite Nasional Partai Demokrat di gedung Watergate untuk memasang dua alat penyadap yang dibuat oleh koordinator keamanan CREEP bernama James W. McCord. Namun, rupanya hanya satu alat penyadap yang bekerja. Celakanya, yang dihasilkan tak lebih dari obrolan para sekretaris yang tak penting.

CREEP pun memutuskan melakukan satu operasi lagi pada 16 Juni 1972 malam. Pelaksananya lima orang. Sasarannya sama: Kantor Komite Nasional Partai Demokrat di Gedung Watergate.

Tapi, operasi kali itu berakhir malapetaka.

Pos terkait