PP GP Ansor geser Purwaji, mantan Ketua PW Ansor Riau, dari kepengurusan pusat. Dua eks Ketum PMII dengan jejak kedekatan Jokowi masuk menggantikan.
Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor menggelar rapat harian pada 9 Juni 2026 dan memutuskan perombakan struktur kepengurusan. Keputusan ini langsung memantik polemik internal, terutama di kalangan kader Riau.
Purwaji, mantan Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Riau, digeser dari posisinya di kepengurusan pusat. Banyak kalangan menduga pencopotan ini berkaitan dengan sikapnya yang vokal membela mantan Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas.
Kader Riau Kecewa
Ketua PC GP Ansor Kota Pekanbaru, Adrian Firman Rokandi, menyatakan kekecewaannya secara terbuka. Ia menilai keputusan pusat mengejutkan dan menimbulkan tanda tanya besar di kalangan kader.
“Purwaji adalah kader yang telah mengabdikan diri secara total. Ia bukan sekadar bagian dari struktur, tetapi sosok yang berperan besar dalam membesarkan organisasi,” ujar Rokandi, Rabu (10/6/2026).
Ia menegaskan, pencopotan tanpa penjelasan terbuka dinilai mencederai rasa keadilan kader. “Ini bukan hanya soal individu, tetapi tentang bagaimana organisasi menghargai pengabdian dan loyalitas kadernya,” tambahnya.
Dua Eks Ketum PMII Masuk
Bersamaan dengan keluarnya Purwaji, dua nama baru dengan jejak kedekatan lingkaran Jokowi resmi masuk ke kepengurusan baru GP Ansor.
Pertama, Aminuddin Ma’ruf, mantan staf khusus milenial Presiden Joko Widodo sekaligus mantan Ketum PB PMII 2014–2016, yang kini menjabat Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN.
Kedua, Agus Herlambang, mantan Ketum PB PMII 2017–2021 yang kini aktif sebagai kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) — partai yang identik dengan keluarga Jokowi.
Masuknya dua figur ini memantik spekulasi publik mengenai pergeseran faksi di tubuh Ansor.
Ketua Umum PP GP Ansor Addin Jauharudin menepis anggapan adanya motif politik. Menurutnya, langkah ini murni penyegaran organisasi. “Ansor harus terus menjadi organisasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujar Addin.





