Presiden Prabowo Subianto resmi menerima KTA Nahdlatul Ulama seumur hidup di Muktamar ke-35 Jombang. Pengamat menilai hal tersebut sebagai gestur pertautan politik yang semakin kuat.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi menerima kartu tanda anggota (KTA) Nahdlatul Ulama (NU) seumur hidup. Penganugerahan ini berlangsung pada penutupan Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur. Langkah ini dinilai memiliki beragam tafsir politik.
Pengamat politik AS Hikam menilai pemberian KTA tersebut merupakan hal unik dalam sejarah kepresidenan. Selain Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Prabowo menjadi presiden yang resmi mengakui dan menerima keanggotaan NU.
“Prabowo terima kartu tanda anggota NU merupakan suatu yang bisa dikatakan keunikan,” kata AS Hikam di kanal YouTube Bambang Widjojanto, Kamis (3/9/2026). Menurutnya, hal ini membuka interpretasi kedekatan pemerintah dengan NU.
Ihwal pemberian KTA tersebut, Hikam menyoroti prosesnya yang berawal dari inisiatif presiden. Saat pembukaan muktamar, Prabowo secara terbuka sempat berjanji akan datang kembali jika telah mendapatkan kartu keanggotaan resmi.
Hikam menilai pernyataan saat pembukaan acara tersebut menunjukkan keinginan yang sangat kuat dari kepala negara. “Kalau sudah kayak gitu kan bisa ditafsirkan sebagai perintah,” tuturnya.
Pertautan Politik Prabowo dan NU
Selain itu, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno melihat dua momentum penting di penutupan muktamar. Momentum tersebut adalah penerimaan KTA dan indikasi kecocokan antara Ketua Umum PBNU terpilih Gus Kikin dengan presiden.
“Rasanya kalau melihat irisan akan ada kerja sama dan kolaborasi soal bagaimana membangun komitmen dan kebersamaan. Tujuannya untuk membangun bangsa dan negara serta umat,” kata Adi lewat kanal YouTube miliknya, Rabu (2/9/ 2026).
Sebelumnya, Adi mengingatkan rekam jejak politik Prabowo yang pernah kalah di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada Pilpres 2014 dan 2019. Namun, kondisi elektoral di basis NU tersebut perlahan berubah seiring kemenangannya pada Pilpres 2024.
Perubahan sikap politik massa nahdliyin tersebut memperlihatkan ikatan yang semakin menguat dengan pemerintahan saat ini. “Apalagi per hari ini Prabowo Subianto sudah punya kartu anggota NU,” tandasnya. ***





