Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf memprediksi KH Miftachul Akhyar dan KH Nurul Huda Djazuli berpeluang kembali menjadi anggota AHWA pada Muktamar ke-35 NU di Jombang.
Ketua Panitia Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama sekaligus Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf memprediksi sejumlah ulama senior akan kembali terpilih menjadi anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Bursa pemilihan anggota AHWA ini berlangsung dalam rangkaian muktamar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Ia memperkirakan KH Miftachul Akhyar dan KH Nurul Huda Djazuli memiliki peluang kuat untuk kembali masuk dalam jajaran sembilan anggota AHWA. Kedua tokoh tersebut dinilai masih mengantongi dukungan kuat dari pengurus daerah. “Beberapa di antaranya Kiai Huda Djazuli, Kiai Miftachul Akhyar, mungkin, ya, masih akan terpilih kembali,” kata pria yang akrab disapa Gus Ipul tersebut.
Sembilan anggota AHWA ini nantinya memiliki mandat penuh dan peran penting dalam menentukan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Proses pemilihan dilakukan melalui mekanisme yang melibatkan jajaran Syuriyah di tingkat wilayah (PWNU) dan cabang (PCNU).
Aspirasi Pengurus Daerah
Gus Ipul menyatakan dirinya belum mengetahui secara pasti nama-nama final yang akan dipilih oleh para pemegang suara. Keputusan tersebut sepenuhnya bergantung pada internal pengurus di daerah. “Saya belum tahu persis, ya, seperti apa yang dipilih oleh PW dan PC, khususnya dari jajaran Syuriyah yang merupakan hasil rapat harian,” ujarnya.
Meski demikian, perkiraan munculnya nama KH Miftachul Akhyar dan KH Nurul Huda Jazuli bukan tanpa alasan. Nama kedua ulama tersebut mencuat berdasarkan aspirasi yang ia dengar langsung selama berdiskusi dengan pengurus wilayah dan cabang menjelang pelaksanaan muktamar.
Pada akhirnya, para peserta muktamar yang akan menentukan komposisi final pimpinan majelis tersebut. “Nanti semuanya, kan, tentu dipilih sembilan orang suara terbanyak. Itulah yang nanti akan menentukan siapa Rais Aam-nya,” kata Gus Ipul.***





