Tuding PBNU Gagal Karena HMI, Cak Imin Disentil Gus Ipul

Ilustrasi Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf dan pengurus HMI menyayangkan pernyataan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang mengaitkan kondisi NU dengan latar belakang HMI. ( AI Generate)

Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf dan pengurus HMI menyayangkan pernyataan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang mengaitkan kondisi NU dengan latar belakang organisasi kemahasiswaan.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf menyayangkan pernyataan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar ihwal kondisi organisasinya. Muhaimin sebelumnya mengaitkan NU dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

“Saya menyayangkan sekali Cak Imin kenapa urusan NU direduksi jadi urusan PMII dan HMI,” kata Saifullah di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, pada Rabu, 2 September 2026. Ia menilai ucapan tersebut sungguh memprihatinkan.

Sentilan Anas Urbaningrum

Sebelumnya, beredar potongan video Muhaimin yang menyebut NU terpuruk dalam lima tahun terakhir akibat dipimpin alumni HMI. Video tersebut turut direspons oleh mantan Ketua Umum PB HMI periode 1997-1999, Anas Urbaningrum.

Bacaan Lainnya

Melalui akun X miliknya pada Minggu, 30 Agustus 2026, Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) itu menyentil pilihan diksi Muhaimin. “Kok kayak kekurangan kosa kalimat aja sampeyan @cakimiNOW,” tulis Anas sembari menandai akun Muhaimin.

Meski demikian, Anas memuji koleganya tersebut sebagai politikus, aktivis, sekaligus pemimpin dengan kapasitas lengkap. Alih-alih mendebat substansi, ia menutup unggahannya dengan pesan persahabatan.

“Sehat, waras dan sukses terus ya, Cak. Salam paseduluran,” cuit Anas.

Candaan Internal

Merespons keriuhan publik, Muhaimin mengklarifikasi di media sosial X bahwa ucapannya sekadar candaan internal. Namun, Saifullah menilai tokoh sekelas Muhaimin tidak patut menyebut nama tokoh lain dan mengulang klaim kegagalan PBNU.

“Padahal ini adalah milik bersama-sama, kenapa juga harus menyatakan berulang-ulang kepemimpinan PBNU gagal?” ucap pria yang akrab disapa Gus Ipul itu. Ia menegaskan Muktamar NU sebelumnya telah menerima laporan secara demokratis.

Respons Himpunan Mahasiswa

Selain itu, Pengurus Besar HMI turut merespons komentar Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat tersebut. Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda PB HMI Abdul El Hakim membantah kaitan tersebut.

Abdul menegaskan bahwa NU dan HMI memiliki akar kesamaan yang kuat dalam hal keislaman serta keindonesiaan. HMI juga tercatat memiliki sumbangsih sejarah yang besar, termasuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ia menilai evaluasi terhadap kepemimpinan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf murni merupakan urusan kinerja pribadi. Penilaian tersebut tidak memiliki hubungan dengan status Yahya sebagai alumni HMI.

“Adapun jika menurut Muhaimin Iskandar soal kepemimpinan Gus Yahya yang gagal ya itu person-nya beliau, bukan karena beliau alumni HMI,” kata Abdul.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan