Presentasi di Belanda, Mahasiswa Unair Soroti Keselamatan Pendaki Kawah Ijen

Keselamatan Pendaki Kawah Ijen
Rima Palestine Salsabila berpose di depan poster penelitiannya tentang kesehatan dan keselamatan wisatawan pendaki Kawah Ijen yang dipresentasikan pada ajang ISCOMS 2026 di Belanda. - Dok pribadi

Mahasiswa UNAIR, Rima Palestine Salsabila, berhasil membawa riset tentang kesehatan dan keselamatan pendaki Kawah Ijen ke forum internasional ISCOMS 2026 di Belanda. Penelitian ini menyoroti pentingnya skrining kesehatan sebelum pendakian demi mencegah kondisi darurat wisatawan.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA) Rima Palestine Salsabila berhasil membawa riset bidang travel medicine di kancah internasional. Ia memaparkan hasil risetnya itu dalam International Student Congress of (bio)Medical Sciences (ISCOMS) di University Medical Center Groningen, Belanda.

Penelitian tersebut mengangkat profil kesehatan dan manajemen keselamatan wisatawan pendaki di kawasan Kawah Ijen, Banyuwangi.

Bacaan Lainnya

Riset yang ditulis bersama dr Husada Tsalitsa Mardiansyah, dr Ivan Rahmatullah MPH PhD, dan dr Muhammad Nazmuddin MSc itu berawal dari kegiatan field trip dan studi lapangan di area Paltuding, Kawah Ijen.

“Saya tidak menyangka abstrak ini bisa lolos. Awalnya saya hanya ingin mencari kesempatan untuk belajar menulis ilmiah dan menambah pengalaman, tetapi ternyata terpilih untuk sesi poster presentation di forum internasional,” ujar Rima, Kamis (11/6/2026).

Ketertarikan Rima terhadap topik ini muncul setelah melihat langsung berbagai risiko kesehatan yang dihadapi wisatawan di kawasan pendakian saat studi lapangan di Kawah Ijen.

Menurutnya, tingginya minat masyarakat terhadap wisata alam belum sepenuhnya diimbangi dengan kesadaran akan pentingnya persiapan kesehatan sebelum mendaki.

“Indonesia memiliki banyak destinasi pendakian gunung berapi yang indah karena berada di wilayah Ring of Fire. Namun, masih banyak wisatawan yang belum memahami pentingnya persiapan kesehatan sebelum melakukan pendakian,” ujarnya.

Berangkat dari kondisi tersebut, Rima bersama tim dan para supervisor menyusun penelitian mengenai implementasi pre-hiking screening dan konsultasi kesehatan bagi pendaki. Berbekal data lapangan dan diskusi intensif, tim berhasil menghasilkan abstrak yang lolos seleksi ISCOMS 2026.

Pos terkait