Waspada El Nino, Akademisi Unair Beberkan Strategi Mitigasi

El Nino
Ilustrasi kekeringan. (Samudrafakta)

Dosen Manajemen Bencana Universitas Airlangga Aditya Prana Iswara menilai mitigasi El Nino belum optimal akibat penanganan yang reaktif. Ego sektoral antarlembaga masih menjadi batu sandungan.

Dosen Manajemen Bencana Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga Aditya Prana Iswara menilai mitigasi fenomena El Nino belum berjalan optimal. Penanganan bencana di lapangan dinilai masih terjebak dalam pola reaktif.

Mengenai hambatan tersebut, upaya mitigasi kerap terbentur aturan yang tumpang tindih. Ego sektoral yang masih tinggi antarlembaga pemerintah memperlambat penanganan kekeringan dan kebakaran lahan.

“Mitigasi bencana sangat penting dilakukan terutama untuk bencana tahunan, baik itu banjir maupun kekeringan,” kata Aditya Prana Iswara pada Sabtu, 12 September 2026. “Namun, sampai saat ini tata kelola dan sinergi antarlembaga di Indonesia masih tumpang tindih sebab ego sektoralnya masih sangat besar.”

Bacaan Lainnya

Solusi Mandiri Lewat Pemanenan Air

Terkait solusi mandiri, warga diimbau membangun cadangan air guna mengantisipasi krisis bersih. Pemanenan air hujan dari talang rumah dapat dialirkan menuju tandon bawah tanah melalui proses penyaringan ketat.

Meski volume tampungan terbatas, langkah ini efektif menjaga tingkat higienitas saat sumur warga menyusut drastis. Penurunan muka air tanah selama kemarau panjang kerap memicu risiko wabah penyakit baru di masyarakat.

Pola Konsumsi Ramah Lingkungan

Menyikapi pola konsumsi, durasi kekeringan ekstrem turut dipicu oleh gaya hidup yang belum ramah lingkungan. Perubahan iklim global menuntut kesadaran kolektif untuk menekan penggunaan sumber daya secara berlebihan.

Pemerintah bersama masyarakat harus bersinergi menaati baku mutu lingkungan. Transisi menuju pola konsumsi hijau menjadi kunci utama meredam dampak buruk perubahan iklim ke depan.

“Kita harus mulai berbicara terkait dengan konsumsi hijau, jangan terlalu konsumsi berlebihan,” kata Aditya Prana Iswara. “Kita harus menata kebutuhan sesuai dengan apa yang benar-benar kita butuhkan.”***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan