Studi Sun Life: 80 Persen Masyarakat Indonesia Merasakan Tekanan Biaya Hidup

Study Sun Life Tekanan Biaya Hidup
Ilustrasi orang mengalami tekanan hidup. - Pixabay
Bagi banyak masyarakat Indonesia, kenaikan biaya hidup tidak hanya memengaruhi anggaran rumah tangga, tetapi juga membatasi kemampuan mereka untuk meningkatkan kondisi keuangan.

Sun Life Indonesia meluncurkan Financial Resilience Index 2026, sebuah studi yang menunjukkan kenaikan biaya hidup sebagai faktor utama yang memengaruhi ketahanan rumah tangga. Survei yang dilakukan bersama Genpop pada April 2026 terhadap 1.000 responden berusia 18 tahun ke atas di seluruh Indonesia menemukan bahwa 80% masyarakat merasakan tekanan dari meningkatnya biaya hidup.

Studi ini juga menegaskan pentingnya literasi keuangan sebagai fondasi ketahanan finansial di tengah ketidakpastian ekonomi, sekaligus mencatat meningkatnya pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan artifisial (AI) sebagai sumber informasi dan panduan dalam mengelola keuangan.

Dari keseluruhan responden yang disurvei, hasil studi menunjukkan bahwa hanya 14% responden yang merasa sangat aman secara finansial, sementara 45% menyatakan mampu bertahan lebih dari enam bulan tanpa penghasilan. Kondisi ini mengindikasikan bahwa masih banyak rumah tangga memiliki bantalan keuangan yang terbatas.

Bacaan Lainnya

Secara keseluruhan, ketahanan finansial memang mencatat sedikit perbaikan, dengan kelompok yang tergolong sangat tangguh meningkat dari 30% menjadi 34%. Namun, penurunan pada kelompok menengah membuat proporsi rumah tangga dengan ketahanan rendah justru meningkat, menandakan pemulihan yang belum merata.

Temuan studi juga menunjukkan meningkatnya fokus masyarakat pada prioritas keuangan jangka pendek. Hampir separuh responden (48%) belum memiliki rencana keuangan jangka panjang atau hanya merencanakan keuangan mereka hingga satu tahun ke depan, yang mengindikasikan bahwa tekanan finansial saat ini dapat membatasi perencanaan keuangan jangka panjang.

Sejalan dengan kondisi tersebut, pengelolaan pengeluaran sehari-hari menjadi prioritas keuangan utama bagi 56% responden dalam 12 bulan ke depan, melampaui menabung, berinvestasi, maupun tujuan keuangan jangka panjang lainnya.

Pos terkait