Survei APJII mencatat pengguna pinjol paling banyak berasal dari Milenial dan Gen Z, dengan kebutuhan darurat menjadi alasan utama meminjam.
Milenial dan Generasi Z menjadi kelompok pengguna pinjaman online atau pinjol terbesar pada 2026. Survei APJII menunjukkan, layanan pinjaman digital paling banyak dipakai untuk kebutuhan mendesak, belanja harian, hingga menutup utang lama.
Berdasarkan Survei Penetrasi Internet dan Perilaku Pengguna 2026 Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia atau APJII, Milenial berusia 29–44 tahun mencatat porsi pengguna pinjol tertinggi, yakni 45,6 persen.
Di bawahnya, Gen Z berusia 13–28 tahun menyumbang 35,7 persen pengguna. Generasi X berusia 45–60 tahun berada di posisi berikutnya dengan 16,7 persen, disusul Baby Boomers 61–79 tahun sebesar 2 persen.
Kelompok Pra Boomers atau warga berusia di atas 80 tahun tidak tercatat sebagai pengguna pinjol dalam survei tersebut.
Kebutuhan Darurat Jadi Alasan Utama
Survei APJII menemukan alasan terbesar masyarakat memakai pinjol adalah kebutuhan mendesak. Sebanyak 22,8 persen responden menggunakan pinjaman untuk biaya darurat, termasuk berobat atau melunasi utang lain.
Kebutuhan sehari-hari juga menjadi pemicu besar. Sebanyak 18,3 persen responden memakai dana pinjol untuk berbelanja kebutuhan rutin, sementara 17,6 persen menggunakannya untuk mencicil barang tanpa kartu kredit.
Kemudahan akses turut mendorong penggunaan pinjol. Sekitar 16 persen responden memilih layanan ini karena proses pengajuan mudah dan pencairan cepat.
Kelas Menengah Bawah Mendominasi
Dari sisi pendapatan, pengguna pinjol paling banyak berasal dari kelompok bergaji Rp2,5 juta hingga Rp5 juta per bulan. Porsinya mencapai 53,5 persen.
Kelompok berpenghasilan Rp1 juta hingga Rp2,5 juta berada di posisi berikutnya dengan 24,7 persen. Sementara itu, masyarakat dengan pendapatan Rp7,5 juta hingga Rp10 juta tetap tercatat memakai pinjol dengan porsi 20 persen.
APJII menyusun survei ini berdasarkan 8.700 responden berusia minimal 13 tahun di 38 provinsi. Pengambilan data dilakukan pada 1 Februari hingga 31 Maret 2026.





