Sembilan Calon Pengantin di Gresik Terdeteksi Idap HIV

Calon Pengantin di Gresik
Ilustrasi pernikahan. - (Pixabay)

Temuan HIV pada calon pengantin di Gresik dinilai menjadi pengingat pentingnya skrining pranikah dan edukasi kesehatan reproduksi tanpa stigma.

Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik menemukan sembilan calon pengantin terdeteksi mengidap Human Immunodeficiency Virus atau HIV hingga Mei 2026. Kasus baru itu tersebar di Kecamatan Dukun, Manyar, Driyorejo, Kedamean, Sidayu, dan Cerme.

Temuan tersebut memicu beragam respons di media sosial, mulai dari kekhawatiran hingga stigma terhadap orang dengan HIV. Dosen Program Studi Teknologi Laboratorium Medis Universitas Muhammadiyah Surabaya, Vella Rohmayani, meminta masyarakat tidak panik.

“Skrining kesehatan pranikah memegang peranan penting untuk mengetahui status kesehatan pasangan secara transparan sejak awal, mencegah penularan virus antar-pasangan, serta mempersiapkan kehamilan yang sehat sehingga dapat memutus risiko penularan kepada bayi,” kata Vella, Kamis (9/7/2026).

Bacaan Lainnya

Menurut Vella, skrining pranikah bukan untuk menghakimi, membuka aib, atau membatalkan pernikahan. Pemeriksaan itu merupakan langkah pencegahan agar pasangan mengetahui kondisi kesehatan masing-masing sejak awal.

HIV Tidak Menular Lewat Interaksi Biasa

Vella menjelaskan, HIV tidak menular melalui interaksi sosial sehari-hari, seperti berjabat tangan, berbagi alat makan, atau tinggal serumah dengan orang yang hidup dengan HIV.

“HIV hanya dapat ditularkan melalui jalur tertentu, yakni hubungan seksual yang berisiko, penggunaan jarum suntik secara bergantian atau tidak steril, transfusi darah yang terkontaminasi, serta dari ibu kepada anak selama masa kehamilan, persalinan, atau menyusui,” ujarnya.

Ia menilai kepanikan publik banyak dipicu minimnya pemahaman tentang cara penularan HIV. Karena itu, edukasi kesehatan reproduksi perlu diperkuat, terutama di kalangan anak muda.

Vella mengimbau generasi muda menerapkan perilaku hidup sehat dan menghindari faktor risiko penularan HIV. Upaya itu mencakup menghindari hubungan seksual berisiko, menjaga kesetiaan dengan tidak berganti-ganti pasangan, serta memastikan penggunaan jarum suntik baru dan steril saat menerima layanan kesehatan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan