Mutasi ASN Pemkot Surabaya juga menjadi evaluasi pejabat wilayah setelah muncul dugaan pungli terhadap pedagang di aset tanah pemerintah.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melantik dan mengambil sumpah jabatan 32 aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya, Kamis (9/7/2026). Mutasi dan rotasi jabatan itu digelar di Graha Sawunggaling untuk penyegaran organisasi dan optimalisasi pelayanan publik.
Dalam mutasi kali ini, Eri juga memberi sanksi kepada pejabat yang dinilai lalai mengawasi wilayah. Salah satunya terkait kasus dugaan pungutan liar atau pungli terhadap pedagang di wilayah Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran.
Eri menyayangkan sikap lurah yang mengaku tidak mengetahui praktik penarikan uang kepada pedagang di aset tanah Pemkot Surabaya, seperti sentra wisata kuliner atau pasar, dengan alasan pengelolaan sudah diserahkan kepada paguyuban atau koperasi.
“Dia tidak tahu karena tidak pernah tanya langsung ke pedagang, tanyanya kepada paguyuban. Katanya aman, sering ngopi di tempat itu, tetapi tidak tahu kalau pedagang ditariki uang. Ini kan membingungkan. Ke mana hadirnya pemerintah terutama lurah daerah tersebut,” kata Eri.
Empat Pedagang Jadi Korban
Eri mengatakan, dalam kasus di Kelurahan Tambak Wedi, sudah ada sekitar empat hingga lima pedagang yang menjadi korban. Sebagian pedagang disebut dipaksa membayar agar bisa masuk, sementara sebagian lainnya tidak dapat berjualan karena tidak mampu membayar.
Karena terdapat perbedaan pengakuan antara pihak yang diduga menerima dan pihak yang membayar, Pemkot Surabaya menyerahkan penanganan kasus tersebut ke jalur hukum.
Sebagai konsekuensi, lurah yang bersangkutan digeser dari kepala wilayah menjadi kepala seksi. Meski secara eselon setara, pergeseran itu menjadi bentuk sanksi moral sekaligus penurunan tanggung jawab operasional.
Eri menegaskan kasus ini harus menjadi pelajaran bagi kepala dinas, kepala bagian, camat, hingga lurah di Surabaya. Ia meminta seluruh pejabat tidak hanya fokus pada administrasi, tetapi aktif turun ke lapangan dan mendengar langsung keluhan warga.





