TP PKK Surabaya Bekali 2.400 RW dengan Literasi Digital untuk Lindungi Anak dari Judol dan Pinjol

PKK Surabaya
Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya Rini Indriyani. - Diskominfo Surabaya
Tim Penggerak PKK Kota Surabaya telah membekali ribuan warga dengan literasi digital sebagai benteng perlindungan anak dari ancaman dunia maya.

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya Rini Indriyani menegaskan pentingnya literasi digital bagi para ibu sebagai benteng pertama dalam melindungi anak dari berbagai ancaman di dunia maya.

Ancaman tersebut tidak hanya berupa konten negatif, tetapi juga praktik berbahaya seperti judi online (judol), pinjaman online (pinjol), hingga perundungan di dunia maya atau cyberbullying.

“Ada di 2.400 RW yang sudah kita datangi. Jadi mereka sudah mendapatkan edukasi para orang tuanya. Karena sekarang itu yang perlu diedukasi bukan hanya anaknya, tapi orang tuanya juga penting,” kata Rini, dikutip Sabtu (14/3/2026).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan penggunaan gawai oleh anak-anak, peran ibu tidak lagi hanya sebatas pengasuhan konvensional di rumah.

Para orang tua, khususnya ibu, juga dituntut memahami perkembangan dunia digital agar dapat mengawasi, membimbing, sekaligus memastikan anak menggunakan gadget secara aman.

Kolaborasi Lintas Instansi

Untuk memperkuat edukasi tersebut, TP PKK Surabaya menjalin kolaborasi dengan sejumlah perangkat daerah (PD), seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk serta Keluarga Berencana (DP3APPKB).

Melalui kerja sama tersebut, TP PKK Surabaya menggelar program parenting Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) yang dilaksanakan hingga tingkat kelurahan dan RW.

“Kita berkolaborasi dengan dinas terkait, salah satunya di DP3APPKB. Kita mengadakan parenting Puspaga di masing-masing RW,” ungkap Rini.

Dalam program tersebut, para ibu mendapatkan berbagai materi penting yang berkaitan dengan ancaman di ruang digital, seperti judi online dan pinjol. “Jadi kita beri edukasi lebih kepada ibu-ibunya,” tuturnya.

Program KILAS dan Sekolah Orang Tua Hebat

TP PKK Surabaya juga menjalankan program KILAS (Keluarga Indonesia Lindungi Anak dari Kekerasan Seksual). Program ini berfokus pada upaya pendampingan terhadap anak agar terhindar dari berbagai bentuk kekerasan, termasuk kekerasan yang terjadi melalui media digital.

Pos terkait