Serangan penyiraman air keras kembali mengguncang publik setelah Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban serangan orang tak dikenal di Jakarta, Kamis, 12 Maret 2026, jelang tengah malam WIB.
Peristiwa tersebut terjadi sesaat setelah Andrie Yunus menyelesaikan rekaman siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Podcast tersebut membahas tema “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” dan berakhir sekitar pukul 23.00 WIB.
Tak lama setelah keluar dari lokasi kegiatan, Andrie diserang oleh orang tidak dikenal yang menyiramkan cairan diduga air keras ke tubuhnya.
Akibat serangan tersebut, Andrie Yunus mengalami luka bakar serius pada sejumlah bagian tubuh, terutama di tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta area mata. Korban kemudian segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban mengalami luka bakar sekitar 24 persen pada tubuhnya.
Bahaya Air Keras bagi Tubuh
Air keras merupakan cairan kimia korosif seperti asam sulfat, asam klorida, atau soda api yang mampu menghancurkan jaringan hidup dengan sangat cepat.
Ketika cairan ini mengenai tubuh manusia, kerusakan bisa terjadi hampir seketika karena zat kimia tersebut bereaksi dengan protein dan lemak pada jaringan kulit.
Dampak yang paling sering terjadi adalah luka bakar kimia, yang dalam banyak kasus dapat menembus lapisan kulit hingga mencapai otot atau bahkan tulang.
Jaringan yang terkena biasanya mengalami nekrosis, yakni kematian jaringan, yang ditandai perubahan warna kulit menjadi hitam, cokelat tua, atau putih pucat dan kaku.
Jika cairan tersebut mengenai wajah, terutama mata, kerusakan dapat terjadi dalam hitungan detik.
Kornea mata bisa rusak permanen sehingga menyebabkan kebutaan. Selain itu, korban juga dapat mengalami pembengkakan hebat pada kelopak mata serta luka parut permanen.
Paparan uap dari zat kimia korosif juga dapat membakar saluran pernapasan, mulai dari hidung hingga paru-paru. Dalam kondisi berat, korban dapat mengalami edema paru, yaitu penumpukan cairan di paru-paru yang memicu sesak napas akut.
Dampak Jangka Panjang Korban
Selain kerusakan jaringan langsung, korban penyiraman air keras juga berisiko mengalami dampak jangka panjang.





