Mahasiswi UIN Suska Riau Korban Pembacokan Mulai Pulih, Polisi Dalami Motif Pelaku

Pembacokan UIN Suska
Pembacokan terhadap Farah mengegerkan kampus Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Foto:Dok Pemprov Riau via Media Center UIN Suska

Korban pembacokan di UIN Suska Riau berangsur pulih, pelaku ditahan polisi.


Kondisi mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau yang menjadi korban pembacokan di lingkungan kampus dilaporkan mulai membaik. Korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Peristiwa itu terjadi di area kampus UIN Suska Riau, Kota Pekanbaru. Insiden tersebut sempat menggegerkan sivitas akademika karena terjadi di ruang publik kampus.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika memastikan korban dalam kondisi stabil usai mendapat penanganan medis. Ia menyebut luka yang dialami korban cukup serius, namun berhasil ditangani tim dokter.

Bacaan Lainnya

“Korban sudah mendapatkan perawatan dan kondisinya berangsur membaik,” kata Jeki, sebagaimana dikutip dari Liputan6.com, Sabtu (28/2/2026).

Pelaku yang juga berstatus mahasiswa telah diamankan. Polisi langsung melakukan penahanan dan memproses hukum yang bersangkutan.

Menurut Jeki, penyidik masih mendalami motif di balik aksi pembacokan tersebut. Dugaan sementara mengarah pada persoalan pribadi antara pelaku dan korban.

“Kami masih melakukan pemeriksaan mendalam terhadap pelaku dan saksi-saksi untuk mengetahui motif pastinya,” ujarnya.

Korban Jalani Operasi

Pihak rumah sakit melakukan tindakan medis terhadap korban untuk menangani luka akibat senjata tajam. Tim dokter disebut bekerja cepat agar kondisi korban segera stabil.

Keluarga korban turut mendampingi selama proses perawatan. Aparat kepolisian juga memberikan pengamanan guna memastikan situasi tetap kondusif.

Polisi menyita barang bukti berupa senjata tajam yang digunakan pelaku saat melakukan aksinya. Barang bukti itu kini diamankan untuk kepentingan penyidikan.

Kampus Perketat Keamanan

Pihak kampus UIN Suska Riau menyatakan prihatin atas kejadian tersebut. Manajemen kampus berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk memperketat pengawasan di lingkungan kampus.

Langkah evaluasi sistem keamanan juga dilakukan guna mencegah kejadian serupa terulang. Kampus menegaskan komitmen menjaga keselamatan mahasiswa dan tenaga pendidik.

Pos terkait