Sempat Dicopot Imbas Tragedi Kanjuruhan, Ferli Hidayat Kini Jabat Koorspripim Polri

Kombes Ferli Hidayat, eks Kapolres Malang yang dicopot usai Tragedi Kanjuruhan, resmi dikukuhkan sebagai Koorspripim Polri. (Dok. Humas Polres Malang) 

Mantan Kapolres Malang yang sempat dicopot akibat Tragedi Kanjuruhan, Kombes Ferli Hidayat, resmi diangkat menjadi Koorspripim Polri berdasarkan keputusan mutasi terbaru.

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi menunjuk Komisaris Besar Ferli Hidayat sebagai Koordinator Staf Pribadi Pimpinan (Koorspripim) Polri. Penunjukan perwira menengah tersebut tertuang dalam langkah mutasi Polri terbaru.

​Keputusan ini ditetapkan melalui Surat Telegram (ST) Kapolri Nomor ST/1585/VII/KEP./2026 tertanggal 31 Juli 2026. Ferli sebelumnya telah menjalankan tugas di posisi tersebut, namun dengan status sebagai Pejabat Sementara (Ps).

​”Kombes Pol Ferli Hidayat dikukuhkan sebagai Koorspripim Polri,” demikian bunyi keterangan dalam surat telegram tersebut yang dikutip pada Ahad (2/8/2026).

Bacaan Lainnya

​Sebagai Koorspripim Polri, Ferli kini memiliki kewajiban utama untuk membantu kelancaran kedinasan. Jabatan ini juga mencakup pelaksanaan tugas khusus dari Kapolri maupun Wakil Kapolri.

​Rekam Jejak Karier

​Selain itu, rekam jejak pendidikan Ferli diawali di SMA Taruna Nusantara dan berlanjut ke Akademi Kepolisian (Akpol). Ia lulus dari Akpol pada 2004 sebagai bagian dari Batalyon Tatag Trawang Tungga.

​Ferli sempat menjabat sebagai Kepala Satuan Pembinaan Taruna di lingkungan Korps Pembinaan Taruna dan Siswa Akpol pada 2011. Kariernya juga mencakup jabatan Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Berau serta di Markas Besar Polri.

​Sorotan Tragedi Kanjuruhan

​Ihwal penunjukan baru ini, nama Ferli sebelumnya tidak lepas dari sorotan publik. Ia merupakan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Malang yang memimpin saat meletusnya Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022.

​Insiden di stadion tersebut dipicu oleh penembakan gas air mata ke arah tribune suporter seusai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya. Kerusuhan yang memicu kepanikan massa itu memakan 135 korban jiwa dan 330 orang luka-luka.

​Buntut dari tragedi mematikan tersebut, kepolisian melakukan evaluasi besar-besaran. Posisi Ferli di Malang saat itu langsung dicopot dan digantikan oleh Ajun Komisaris Besar Putu Kholis Aryana.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan