Menjelang Muktamar NU pada 27 Agustus 2026, sejumlah pengamat menilai perlunya evaluasi kepemimpinan PBNU agar lebih berani membela akar rumput dan punya kapasitas manajerial profesional.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Prof. Burhanuddin Muhtadi menyoroti kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ia menilai elite organisasi ini terlalu dekat dengan kekuasaan sehingga melupakan umat. Pernyataan ini muncul jelang Muktamar NU nanti.
”Yang terjadi dalam konteks kepemimpinan NU beberapa waktu terakhir itu terlalu kental Kiai Idham, kurang Gus Dur,” kata Burhanuddin di Kota Bandung, Sabtu (1/8/2026). Ia menyebut tokoh NU saat ini dominan berpolitik, namun lemah dalam advokasi umat.
Ihwal warisan Kiai Idham Chalid, ia menilainya sangat relevan menyelamatkan organisasi pada masa lalu. Namun, pendekatan akomodatif tersebut perlu dimodifikasi untuk saat ini. Ia pun mendorong evaluasi objektif oleh para pemilik suara.
Kebutuhan Transformasi Manajerial
Selain itu, Indonesianis dari The Australian National University Prof. Gregory John Fealy menilai gaya kepemimpinan masa lalu tidak bisa diduplikasi. Ia menyebut ormas Islam tersebut kini lebih membutuhkan pemimpin dengan kapasitas manajerial tinggi.
”Sudah waktunya NU punya ketua umum dan pengurus yang mengutamakan aspek-aspek manajerial,” ucap ilmuwan yang akrab disapa Greg Fealy tersebut. Ia juga menuntut pengurus berani bersikap kritis terhadap hal yang memberatkan kaum Nahdliyin.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Barat Syaiful Huda menyepakati perlunya sintesis Kiai Idham dan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Keluwesan Kiai Idham wajib dipadukan dengan keberanian advokasi Gus Dur.
Menjelang Muktamar NU, Huda menyebutkan ada empat nama yang mulai membangun konsolidasi. Para kandidat tersebut meliputi Gus Yusuf, Gus Salam, petahana Gus Yahya, serta Kiai Zulfa. Menurutnya, esensi utama muktamar kelak adalah memperkuat otoritas keulamaan Syuriyah.
”Kita serahkan sepenuhnya kepada muktamirin pada 27 Agustus nanti untuk menentukan yang terbaik,” ucap Huda memungkasi.***





