Kepuasan Publik Prabowo Turun, Anas Sarankan Lima Langkah Perbaikan

Anas Urbaningrum. (IG @anasurbaningrum_) 

Tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo turun menjadi 51,1 persen. Anas Urbaningrum menyarankan lima langkah perbaikan, termasuk merampingkan kabinet.

​Politikus sekaligus Mantan Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Anas Urbaningrum menyoroti tren penurunan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

​Penurunan ini terpotret dalam survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) periode 5-19 Juli 2026. Survei itu menunjukkan tingkat kepuasan terhadap kinerja Prabowo merosot ke angka 51,1 persen dari 81,2 persen pada November 2025.

​”Angkanya boleh dibilang cukup mengkhawatirkan. Termasuk jika ditilik dari sudut masa tugas yang belum genap dua tahun, dengan modal awal yang (sangat) tinggi,” tulis Anas melalui akun X pribadinya, Jumat (31/7/2026).

Bacaan Lainnya

​Terkait merosotnya tingkat dukungan tersebut, Anas menilai pemerintah masih memiliki ruang untuk melakukan pembenahan. Ia menyarankan pemerintah kembali fokus memenuhi janji kampanye di tengah keterbatasan anggaran.

​”Manuver berupa kreasi program-program yang cenderung dadakan, bersifat ad hoc, sebaiknya tidak lagi dilakukan,” tuturnya.

​Konsolidasi dan Perampingan Kabinet

​Selain itu, Anas mendesak penguatan konsolidasi agar seluruh jajaran kabinet bergerak dalam satu irama kerja. Kesan adanya menteri yang lebih diutamakan atau dinomorduakan harus segera diakhiri.

​Dari sisi komunikasi, pemerintah didorong memproduksi isu strategis ketimbang sekadar merespons atau mengklarifikasi polemik. Berbagai potensi kontroversi perlu ditekan agar tidak memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.

​Pemerintah juga diminta menggenjot kinerja pada sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan rakyat. Fokus utama harus diarahkan pada ketahanan pangan, kesehatan, pendidikan, penciptaan lapangan kerja, pelayanan publik, dan jaminan keamanan.

​Lebih lanjut, Anas menyarankan perampingan struktur kabinet. Langkah ini dinilai akan mempercepat koordinasi sekaligus membangun citra pemerintahan yang gesit dan efisien.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan