Jakarta — Presiden terpilih Prabowo Subianto berjanji menaikkan gaji hakim usai beberapa tahun tidak pernah naik. Janji ini disinyalir membuat pegawai pengadilan yang bukan hakim ‘cemburu’. Mereka juga ingin diperhatikan sebagaimana para hakim.
Sebagai informasi, Solidaritas Hakim Indonesia (SHI) mendesak kenaikan gaji hingga 142 persen dalam rapat audiensi dengan DPR di kompleks parlemen Selasa, 8 Oktober 2024. Mereka membandingkan dengan kenaikan pegawai Kementerian Keuangan yang mencapai 300 persen.
Selama ini, para hakim menerima gaji Rp12 juta per bulan. Menurut salah satu perwakilan hakim, bahkan gaji hakim saat ini hanya setara dengan jajan Rafathar, anak selebritis Raffi Ahmad, dalam tiga hari. Para hakim ini meminta kenaikan gaji dengan berbagai pertimbangan.
Sementara itu, pihak DPD menilai bahwa kisah para hakim sangat membuat miris dan memprihatinkan. Oleh karena itu DPD akan mengambil langkah konkret, terutama untuk melakukan audiensi dengan pihak eksekutif.
Aparat Non-Hakim ‘Cemburu’?
Keputusan bakal naiknya gaji hakim ini disinyalir mengundang ‘kecemburuan’ dari aparatur pengadilan non-hakim, seperti panitera, juru sita, dan staf administrasi.
Berdasarkan keterangan sumber di lingkungan pengadilan, sebagaimana diterima Samudra Fakta, ASN non-hakim yang bekerja di lingkungan MA, yang tergabung dalam Ikatan Panitera dan Sekretaris Pengadilan Indonesia (IPASPI) menyuarakan protesnya.
Mereka menyatakan kegelisahannya di grup-grup whatsaps terbatas di internal mereka. Namun, sampai hari ini, berdasarkan penelusuran Samudra Fakta, belum ada protes secara terbuka baik melalui demontrasi dan petisi di situs-situs online.
Para ASN non- hakim mengklaim bahwa dalam kekuasaan kehakiman sebagai salah satu pilar penegakan hukum dan keadilan di masyarakat, kontribusi mereka tidak kalah penting. Namun, hakimlah yang kerap dianggap sebagai wajah dari kekuasaan kehakiman.
Terkait situasi ini, Jonaedi Efendi dalam tulisannya di yuris.id, bertajuk Benarkah Hakim wujud Nyata dari Kekuasaan Kehakiman, Bagaimana dengan Non Hakim? Refleksi atas polemik Cuti Massal kenaikan Gaji Hakim‘ pada Kamis (10/9/2024), menyoroti pernyataan dari para hakim yang membandingkan kondisi seorang hakim yang naik sepeda motor dengan panitera sekretaris yang berkendara mobil, ketika beraudiensi dengan DPR, merupakan narasi yang paradoks.





