BGN Sisir Data Ganda, Penerima Makan Bergizi Jadi 42,8 Juta

Ilustrasi Dapur MBG.(Istimewa)

Pemerintah merampungkan validasi data penerima Makan Bergizi Gratis. Jutaan data ganda dicoret untuk memastikan ketepatan sasaran program tanpa memangkas kuota aslinya.

Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono mengumumkan hasil penyisiran data ganda calon penerima Makan Bergizi Gratis pada Kamis, 6 Agustus 2026. Pemerintah menemukan selisih hingga enam juta identitas dari total target awal program.

Mengenai temuan tersebut, penyusutan angka terjadi akibat pencatatan identitas lintas instansi. Jumlah penerima valid kini menyusut dari 47,7 juta menjadi 42.847.940 siswa dan 3.351.568 tenaga kependidikan.

Kepala BGN menyebut tumpang tindih data ini sering terjadi pada anak berstatus ganda. Identitas mereka tercatat bersamaan di bawah naungan Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Bacaan Lainnya

“Atau dia SMP di dalam pondok dihitung di data Kemendikdasmen sebagai siswa. Kemudian dia juga tercatat sebagai santri di pondok pesantren,” kata Sudaryono kepada di Jakarta Pusat, Kamis (6/8/2026)

Realisasi dan Segmen Sasaran Lain

Menyambung proses sinkronisasi itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memaparkan data kelompok non-pendidikan formal. Ada 11,15 juta penerima dari kalangan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Terkait eksekusi program, Kementerian Keuangan melaporkan realisasi anggaran telah menembus Rp101,1 triliun untuk 63,13 juta penerima. Angka ini menjadi acuan proyeksi penerima tahun depan setelah validasi tuntas.

Meski begitu, distribusi di lapangan belum merata ke seluruh kelompok sasaran. Dari 4.268.848 santri calon penerima, baru 61.195 orang yang telah mendapatkan makanan gratis tersebut.

Pemerintah terus menyinkronkan data lintas lembaga agar penyaluran berjalan tepat sasaran. “Datanya saling ngobrol sehingga kita betul-betul menemukan sebetulnya. Jadi, tidak ada identitas ganda,” kata Sudaryono.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan