Kemenag Tetapkan Skema Armuzna Haji 2025: 136 Ribu Jemaah Jalani Skema Reguler, 67 Ribu Murur, dan 37 Ribu Tanazul

Puncak pelaksanaan ibadah haji dimulai. Jutaan jemaah dari berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia, bakal menjalani prosesi Armuzna, yaitu wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan melontar jumrah di Mina. Jemaah haji Indonesia akan diberangkatkan ke Arafah pada 8 Zulhijah 1446 H atau bertepatan dengan hari ini, 4 Juni 2025.

__________

Menurut Dirjen Haji Kemenag Hilman Latief, 100 persen jemaah haji akan digerakkan dari hotel di Kota Mekkah ke Arafah. Setelah itu, jemaah akan terbagi lagi untuk digerakkan ke Muzdalifah dan Mina.

Ada 33 persen, atau sekitar 67 ribu jemaah haji, yang akan mengikuti murur, yaitu pergerakan jemaah dari Arafah menuju Mina tanpa bermalam di Muzdalifah, melainkan hanya melintasinya.

Bacaan Lainnya

Kata Hilman, jemaah yang ikut murur itu, antara lain, terdiri atas lansia, risiko tinggi, obesitas, para pendampingnya hingga sukarela.

Sementara itu, 67 persen jemaah akan mengikuti mabit atau menginap di Muzdalifah. Dia mengatakan petugas haji akan melakukan pengecekan ulang di tenda-tenda Arafah agar tidak ada jemaah yang tertinggal menuju Muzdalifah.

“Biasanya selalu ada saja yang di toilet atau di mana ketiduran. Jadi kita sisir oleh linjam (pelindungan jemaah),” ujar Hilman, dikutip Rabu, 4 Juni 2025.

Sedangkan untuk skema tanazul Mina, Hilman menjelaskan, ada 18,2 persen atau sekitar 37 ribu anggota jemaah yang ikut, atau langsung menuju hotel setelah lempar jumrah.

Jemaah haji yang ikut tanazul tetap mendapat hak tenda di Mina, meski mereka beristirahat di hotel. Dia memastikan jika petugas haji menjamin seluruh jemaah akan mendapat hak akomodasi dan konsumsi.

Hilman menargetkan seluruh jemaah haji RI digerakkan dari Mekkah ke Arafah mulai 07.00 waktu Arab Saudi pada Rabu, 8 Zulhijah atau 4 Juni. Jemaah paling lama digerakkan ke Arafah pukul 00.00 waktu Arab Saudi pada Kamis, 9 Zulhijah atau 5 Juni.

“Digerakkan menggunakan city bus dari hotel ke Arafah,” tuturnya.

Pemberangkatan Berbasis Syarikah, Markaz dan Hotel Penginapan Jemaah

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyatakan pemberangkatan jamaah calon haji Indonesia ke Armuzna dilaksanakan berbasis syarikah, markaz, dan hotel tempat jamaah menginap.

“Dalam hal terdapat jamaah berbeda syarikah atau markaz di satu hotel, maka syarikah bertanggung jawab untuk tetap memberangkatkan tanpa membedakan asal syarikah,” ujar Ketua PPIH Arab Saudi Muchlis M. Hanafi, di Mekkah, Selasa, 3 Juni 2025.

Keputusan ini hasil kesepakatan PPIH Arab Saudi, Syarikah penyedia layanan jemaah Indonesia, dan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Diperkuat pula oleh hasil Rapat Kerja Tim Pengawas Haji bersama Menteri Agama dan Kepala Badan Penyelenggara Haji RI pada 2 Juni 2025.

Terkait penggabungan pasangan jamaah yang terpisah, Muchlis menjelaskan, pihaknya telah menerbitkan Edaran Nomor 059/PPIH-AS/5/2025 tanggal 17 Mei 2025 tentang kategori pasangan yang mencakup suami–istri, anak–orang tua, serta lansia/disabilitas dan pendampingnya.

“Jemaah terpisah dapat memilih salah satu hotel pasangannya dengan memperhatikan kapasitas hotel dan melaporkannya kepada petugas kloter dan sektor untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan syarikah terkait,” katanya.

“Pemberangkatan ke Arafah akan dilakukan bersama-sama dalam satu rombongan,” ujar Muchlis.

Petugas Haji Indonesia juga membentuk kafilah adhoc untuk efisiensi pergerakan. Juga ada war room bersama dibentuk antara Petugas Haji Indonesia (PPIH) dan Syarikah untuk sinkronisasi data. ***

Pos terkait