Mahasiswa Alumni MANPK Gelar Munas di Surabaya, Perkuat Jejaring Lintas Generasi

Mahasiswa alumni Madrasah Aliyah Negeri Program Khusus menggelar musyawarah nasional di Surabaya. Pertemuan ini fokus memperkuat jejaring dan menyusun kepengurusan lintas generasi.

Ketua Umum Ikatan Alumni Madrasah Aliyah Negeri Program Khusus (MAPK) Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, M.Ag. membuka Musyawarah Nasional Mahasiswa Alumni MANPK di Surabaya. Pertemuan ini menjadi ruang perjumpaan mahasiswa dari berbagai daerah guna meneguhkan komitmen pengabdian kepada masyarakat dan bangsa.

Agenda silaturahim dan musyawarah tersebut berlangsung pada 28 hingga 29 Oktober 2026 di Amphiteater A. Yani, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Kegiatan tahun ini mengusung tema utama “39 Tahun MANPK, Berkhidmat dan Berdampak.”

Masnun, yang juga menjabat Rektor Universitas Islam Negeri Mataram, menilai persaudaraan yang terbangun sejak masa pendidikan adalah kekuatan penting. “Tepat di Hari Sumpah Pemuda ini, kita kuatkan tekad untuk berkhidmat pada agama dan bangsa,” ujar dia.

Bacaan Lainnya

Kehadiran Tokoh Nasional

Pada agenda hari pertama, panitia mengisi kegiatan dengan penayangan kaleidoskop 39 tahun perjalanan institusi serta silaturahmi nasional. Rangkaian ini dilanjutkan dengan gelar wicara yang menghadirkan sejumlah alumni yang kini menjadi tokoh nasional dari pelbagai bidang.

Beberapa figur publik yang tercatat hadir meliputi Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin, pimpinan BAZNAS RI Rizaludin Kurniawan, serta Rektor UINSA Prof. Masdar Hilmy, M.A., Ph.D. Mantan Rektor UIN Surakarta Mudhofir Abdullah beserta sejumlah akademisi keagamaan turut meramaikan agenda ini.

Kehadiran para tokoh tersebut merepresentasikan keberhasilan madrasah dalam mencetak generasi unggul. Lulusan institusi ini dinilai tidak sekadar memiliki kedalaman ilmu agama, melainkan mampu berkiprah strategis di berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Pembentukan Arah Kelembagaan

Selain menjadi ajang reuni, pertemuan ini secara khusus diarahkan untuk memperkuat jejaring mahasiswa alumni melalui musyawarah organisasi. Pada hari kedua, Kamis, 29 Oktober 2026, forum berfokus membahas rumusan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART).

Peserta munas juga menggarap perumusan rancangan pengembangan organisasi, pembentukan kepengurusan baru, serta pengesahan arah kelembagaan. Jaringan mahasiswa yang tersebar di berbagai perguruan tinggi ini diharapkan dapat menyatukan visi gerakan ke depan.

Konsolidasi struktural tersebut dinilai krusial untuk mempercepat laju program sosial mereka. Dengan adanya arah kelembagaan yang jelas, kontribusi alumni muda dalam penguatan pendidikan dan keilmuan dapat dieksekusi lebih terukur.

Komitmen Pengabdian Berkelanjutan

Sebelumnya, Masnun yang juga Ketua Forum Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) menempatkan momentum pertemuan sebagai pengingat pentingnya merawat nilai persaudaraan. Dedikasi tersebut harus terus dihidupkan untuk mendorong kepemimpinan para pemuda.

Ia mengingatkan agar para alumni tidak sekadar membanggakan nama almamater setelah berkiprah hampir empat dekade, melainkan bersedia terus memberi manfaat nyata bagi Indonesia.

“Saya amat senang dan bangga menjadi bagian dari MAPK. Nilai luhur dan kebersamaan yang diajarkan saat sekolah dulu masih terasa hangat sampai sekarang,” tutur Masnun Tahir.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan