Peneliti BRIN Abdul Ghofur dinobatkan sebagai wisudawan tertua Wisuda ke-134 ITS setelah menuntaskan studi doktor Ilmu Kelautan pada usia 61 tahun.
Usia 61 tahun lima bulan tidak memadamkan kegigihan Abdul Ghofur menuntaskan pendidikan tertinggi. Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional ini resmi meraih gelar doktor pada Wisuda ke-134 Institut Teknologi Sepuluh Nopember di Surabaya.
Lelaki kelahiran Mei 1965 tersebut dinobatkan sebagai wisudawan tertua setelah menyelesaikan studi S3 Ilmu Kelautan di Fakultas Teknologi Kelautan ITS, membuktikan bahwa dedikasi akademik tidak berbatas usia.
Mandat Riset dan Pembagian Waktu
Bagi Ghofur, keputusan menempuh studi sejak akhir 2022 merupakan mandat pimpinan. Alumnus S1 Teknik Kelautan ITS tahun 1990 ini membagi waktu secara ketat antara dinas kantor pada siang hari dan riset pada malam hari.
“Syukurnya, karena bidang studi yang ditempuh tetap linier dengan pengalaman kerja saya, proses perkuliahan S3 di FTK ITS masih dapat saya jalani dengan lancar,” kata Ghofur mengenang masa studinya.
Disertasi Turbin Perairan Dangkal
Karya ilmiah Ghofur berfokus pada pengembangan Short SPAR, yakni struktur turbin angin lepas pantai terapung yang dirancang khusus untuk perairan dangkal Indonesia dengan kedalaman 20 hingga 25 meter.
Riset ini memadukan pemahaman hidrodinamika terapan dengan peranti lunak numerik modern guna meredam guncangan struktur gelombang laut, didukung penuh oleh fasilitas beasiswa riset BRIN.
Ghofur senantiasa menjaga adab akademik dan menaruh rasa hormat kepada para dosen pembimbing yang berusia jauh lebih muda darinya, sebagai teladan pentingnya integritas moral dalam menuntut ilmu.
“Sebagai mahasiswa, kita harus menjaga disiplin, tekun belajar, bekerja keras, dan menghindari kebiasaan yang memicu kemalasan,” tutur Ghofur berpesan kepada generasi muda. ***





