Robot Rehabilitasi Stroke Berbasis AI Antar Dosen ITS Raih Penghargaan ASEAN–AS

Robot Pascastroke
Dr Latifah Nurahmi ST MSc PhD (kiri) bersama mahasiswi saat melakukan uji coba robot hasil inovasinya. (Humas ITS)

Latifah Nurahmi meraih penghargaan melalui riset robot rehabilitasi pascastroke. Sistemnya menggabungkan sensor, kamera, dan AI untuk membantu menyesuaikan latihan pasien.

Dosen Departemen Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember atau ITS, Latifah Nurahmi, meraih Honorable Mention kategori Mid-Career dalam penghargaan sains perempuan ASEAN–AS 2026.

Penghargaan itu diberikan atas riset robot rehabilitasi medis yang dirancang untuk membantu pemulihan kemampuan gerak pasien pascastroke.

Dalam publikasi ITS pada Kamis, 22 Oktober 2026, Latifah menjelaskan bahwa perangkatnya menggabungkan pengendalian gaya, pemantauan gerak, dan pengolahan data berbasis kecerdasan buatan atau AI.

Bacaan Lainnya

“Sejalan dengan tema yang diusung, inovasi ini hadir sebagai wujud nyata kemandirian teknologi yang accessible,” kata Latifah, seperti dikutip ITS News.

Bagaimana Robot Membantu Latihan Pasien?

Robot tersebut memiliki tiga fitur utama, yakni Feel, See, dan Understand. Masing-masing dirancang untuk menghimpun dan mengolah informasi selama latihan.

Fitur Feel menggunakan sensor untuk mengendalikan gaya dorong robot. Menurut Latifah, pengendalian ini memungkinkan perangkat bergerak lembut dan menyesuaikan kenyamanan pasien.

Fitur See memanfaatkan kamera dengan teknologi computer vision atau pengolahan informasi visual untuk merekam serta memantau parameter gerakan pasien.

Data dari kedua fitur itu kemudian diolah melalui Understand. Sistem menggunakan algoritma Random Forest dan Support Vector Machine atau SVM untuk memprediksi kurva latihan.

Tujuannya adalah membantu menentukan pola latihan yang sesuai berdasarkan data gerakan dan gaya yang dihimpun perangkat.

“Ketiga fitur beserta integrasi AI inilah yang saya bawa sampai ke babak final,” ujar Latifah, yang juga menjabat Sekretaris Senat Akademik ITS.

Publikasi tersebut menjelaskan rancangan dan fungsi robot, tetapi belum merinci jumlah pasien dalam pengujian maupun hasil evaluasi klinisnya.

Karena itu, kemampuan yang dipaparkan merupakan penjelasan pengembangan teknologi, sementara efektivitas klinisnya belum dapat dinilai dari informasi tersebut.

Bagaimana Proses Seleksinya?

Latifah mengikuti ajang UL Research Institutes’ ASEAN-U.S. Science Prize for Women 2026 dengan mengirimkan proposal penelitian dan surat rekomendasi akademik.

Setelah lolos seleksi tingkat nasional, ia mengirimkan video presentasi riset. Ia kemudian menjadi salah satu dari empat finalis regional yang mempresentasikan karya di Da Nang, Vietnam.

Kompetisi ini mengapresiasi kontribusi ilmuwan perempuan di ASEAN, dengan tema pemanfaatan AI untuk mendukung layanan kesehatan yang inklusif dan tangguh.

Penyelenggaranya mencakup Komite Sains, Teknologi, dan Inovasi ASEAN atau COSTI, bersama US-ASEAN Business Council, UL Research Institutes, serta UL Standards & Engagement.

Penghargaan bagi Latifah menempatkan riset robot rehabilitasi dari Indonesia dalam pembahasan regional mengenai pemanfaatan AI untuk memperluas akses layanan kesehatan. ***

Meta Description: Dosen ITS Latifah Nurahmi meraih penghargaan sains ASEAN–AS 2026 melalui riset robot rehabilitasi pascastroke yang menggabungkan sensor, kamera, dan AI.

Slug SEO:

Keywords: Latifah Nurahmi, robot rehabilitasi stroke, ITS, kecerdasan buatan, AI kesehatan, ilmuwan perempuan ASEAN, ASEAN-US Science Prize for Women 2026

Sumber:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan