Asing Terus Melepas Saham, IHSG Menutup Pekan di 5.057

IHSG tertekan arus jual asing menjelang tinjauan MSCI November, sementara usulan perubahan klasifikasi belum diputuskan. (Ilustrasi)

IHSG merosot 0,80 persen ke 5.057, sekitar 41 persen di bawah awal tahun, sementara tinjauan MSCI November kian dekat.

Pekan perdagangan ditutup tanpa tepuk tangan. IHSG melemah 41,01 poin atau 0,80 persen ke level 5.057 pada Jumat (30/10), setelah tekanan jual mendominasi dan mayoritas saham berwarna merah.

Sejak pagi, arah sudah terbaca. Indeks dibuka melemah 0,61 persen, lalu sempat merosot 1,54 persen ke 5.021, sementara kurs dolar AS menyentuh Rp18.094.

Hari ini hanyalah bab penutup. Pada Selasa (27/10), indeks sudah terpangkas 1,99 persen ke 5.266,13, dan investor asing mencatat penjualan bersih sekitar Rp700 miliar.

Bacaan Lainnya

Pada Jumat pekan lalu, IHSG masih bertengger di 5.439,26. Dalam lima hari perdagangan, indeks menyusut sekitar 7 persen, menurut hitungan dari selisih dua penutupan itu.

Luka yang Bermula dari Pengumuman MSCI

Sumber beratnya terletak pada 16 Oktober, ketika IHSG merosot 11,57 persen ke 5.185,10. Bursa sempat menghentikan perdagangan 30 menit setelah indeks merosot lebih dari 8 persen.

Pemicunya berasal dari luar. Sehari sebelumnya, MSCI membuka konsultasi atas usulan mengubah klasifikasi Indonesia menjadi pasar mandiri (standalone), dengan masukan diterima hingga 30 April 2027.

Keputusan finalnya paling lambat 30 Juni 2027, sehingga Indonesia belum resmi menyandang status itu. Namun pasar tak selalu menunggu keputusan; reaksinya kerap mendahului.

Asing Terus Melepas, November Menanti

Tekanan terbesar menimpa saham perbankan berkapitalisasi besar. Pada 16 Oktober, BBCA, BBRI, dan BMRI menyentuh batas bawah penurunan harian hampir 15 persen.

Arus keluarnya panjang. Sejak awal tahun, investor asing sudah mencatat penjualan bersih Rp110,77 triliun di pasar reguler, hitungan per 16 Oktober.

Dampaknya terlihat pada papan indeks. IHSG kini sekitar 41 persen di bawah posisi awal tahun, menurut hitungan dari data Kontan dan Vibiznews.

Kapitalisasi pasar pun merosot di bawah Rp10.000 triliun, menurut catatan per 16 Oktober.

Mata investor kini tertuju pada tinjauan indeks MSCI November. Yang ditunggu: apakah pembekuan MSCI atas perubahan bobot dan penambahan saham Indonesia dalam indeksnya akan dicabut.

Di papan, ceritanya tampak sederhana: merah, merah, lalu merah lagi. Di baliknya, satu pertanyaan menggantung: apakah penjualan asing mereda sebelum tinjauan November diumumkan?***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan