Cuaca ekstrem menyelimuti kawasan Mina saat jutaan jemaah haji menjalani rangkaian ibadah pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Suhu udara Mina dilaporkan mencapai 41 derajat Celsius ketika para jemaah melaksanakan lontar Jumrah Aqabah dan ibadah lainnya di kawasan tersebut.
Meski suhu di Mina membara, Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia memastikan seluruh proses pergerakan jemaah haji Indonesia pada fase puncak ibadah haji atau Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina) berlangsung lancar, tertib, dan terkendali.
Pada 10 Zulhijah, jemaah yang bermalam di Muzdalifah bergerak menuju Mina untuk melaksanakan lontar Jumrah Aqabah dengan melempar tujuh kerikil sambil mengumandangkan takbir. Ritual tersebut menjadi salah satu rangkaian penting dalam ibadah haji yang dilakukan pada Hari Nahr atau Hari Raya Kurban.
Setelah melaksanakan lontar jumrah, jemaah melanjutkan ibadah dengan penyembelihan dam atau kurban bagi yang berkewajiban, kemudian mencukur atau memotong rambut sebagai tanda tahallul awal. Selanjutnya, jemaah menuju Masjidil Haram untuk menunaikan Tawaf Ifadah yang menjadi salah satu rukun utama haji.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, mengatakan seluruh jemaah haji Indonesia telah berhasil diberangkatkan dari Arafah menuju Muzdalifah dan selanjutnya tiba di Mina untuk melanjutkan rangkaian ibadah mabit serta lontar jumrah.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian pergerakan jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah dan dilanjutkan ke Mina berjalan sesuai rencana operasional. Pergerakan terakhir jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah berlangsung pada pukul 02.40 waktu Arab Saudi, sementara proses pergerakan dari Muzdalifah menuju Mina selesai pada pukul 07.00 waktu Arab Saudi dan area Muzdalifah telah dinyatakan steril,” ujar Maria di Jakarta, Rabu (27/5/2026).
Menurut Maria, keberhasilan proses Armuzna tidak lepas dari sinergi petugas haji Indonesia, otoritas Arab Saudi, serta kedisiplinan jemaah dalam mematuhi arahan selama fase puncak haji berlangsung. “Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jemaah haji Indonesia atas kedisiplinan, ketertiban, dan kepatuhan dalam mengikuti seluruh arahan petugas. Ketertiban jemaah menjadi salah satu kunci utama kelancaran pergerakan Armuzna tahun ini,” katanya.
Untuk mendukung pelayanan selama fase Mina, sebanyak 751 petugas haji disiagakan di berbagai titik layanan. Mereka ditempatkan di tenda-tenda jemaah, pos pelayanan sepanjang jalur menuju Jamarat, hingga Masjidil Haram. Petugas tersebut dibagi ke dalam 10 satuan ad hoc yang masing-masing bertanggung jawab terhadap 11 hingga 13 markas atau kawasan tenda jemaah. “Penguatan layanan ini dilakukan agar jemaah mendapatkan pendampingan, pelindungan, dan bantuan secara cepat serta terkoordinasi selama fase Mina berlangsung,” ujar Maria.
Hindari Lontar Jumrah Saat Puncak Panas
Di tengah suhu yang mencapai 41 derajat Celsius, Kementerian Haji dan Umrah mengimbau seluruh jemaah Indonesia untuk tidak memaksakan diri melaksanakan lontar jumrah pada waktu-waktu dengan paparan panas tertinggi. “Kami mengimbau jemaah Indonesia untuk tidak melaksanakan lontar jumrah pada pukul 10.00 hingga 14.00 waktu Arab Saudi guna menghindari cuaca panas dan kepadatan. Jemaah diharapkan tetap berada di dalam tenda dan mengikuti arahan petugas,” kata Maria.
Jemaah juga diminta memanfaatkan jalur dua dan jalur atas yang telah ditetapkan sebagai rute resmi pergerakan menuju Jamarat guna menjaga kelancaran arus dan mengurangi risiko kepadatan. Selain itu, jemaah diimbau memperbanyak konsumsi air putih, makan secara teratur, menggunakan payung atau pelindung kepala saat berada di luar tenda, serta membatasi aktivitas fisik yang tidak mendesak.
Perhatian khusus juga diberikan kepada jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan jemaah dengan risiko kesehatan tinggi. “Khusus bagi jemaah lansia, jemaah disabilitas, dan jemaah risiko tinggi, kami meminta keluarga kloter, ketua rombongan, dan sesama jemaah untuk terus memberikan perhatian dan pendampingan,” ujarnya.
Pada momentum Iduladha 1447 Hijriah, Kementerian Haji dan Umrah turut menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Iduladha kepada seluruh umat Islam serta mendoakan seluruh jemaah haji Indonesia diberikan kesehatan dan kemudahan dalam menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji. “Kami mendoakan seluruh jemaah haji Indonesia diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji serta kembali ke Tanah Air dengan predikat haji yang mabrur dan mabruroh,” tutup Maria.***





