Mina Membara, Suhu Tembus 41 Derajat Celsius saat Jemaah Haji Jalani Lontar Jumrah

Mina 41 derajat Celsius
Jemaah haji Indonesia sudah sampai di Mina untuk melaksanakan lempar jumrah dengan suhu 41 derajat celcius, Rabu (27/5/2026). Foto:Kemenhaj
Cuaca ekstrem menyelimuti kawasan Mina saat jutaan jemaah haji menjalani rangkaian ibadah pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Suhu udara Mina dilaporkan mencapai 41 derajat Celsius ketika para jemaah melaksanakan lontar Jumrah Aqabah dan ibadah lainnya di kawasan tersebut.

Meski suhu di Mina membara, Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia memastikan seluruh proses pergerakan jemaah haji Indonesia pada fase puncak ibadah haji atau Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina) berlangsung lancar, tertib, dan terkendali.

Pada 10 Zulhijah, jemaah yang bermalam di Muzdalifah bergerak menuju Mina untuk melaksanakan lontar Jumrah Aqabah dengan melempar tujuh kerikil sambil mengumandangkan takbir. Ritual tersebut menjadi salah satu rangkaian penting dalam ibadah haji yang dilakukan pada Hari Nahr atau Hari Raya Kurban.

Bacaan Lainnya

Setelah melaksanakan lontar jumrah, jemaah melanjutkan ibadah dengan penyembelihan dam atau kurban bagi yang berkewajiban, kemudian mencukur atau memotong rambut sebagai tanda tahallul awal. Selanjutnya, jemaah menuju Masjidil Haram untuk menunaikan Tawaf Ifadah yang menjadi salah satu rukun utama haji.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, mengatakan seluruh jemaah haji Indonesia telah berhasil diberangkatkan dari Arafah menuju Muzdalifah dan selanjutnya tiba di Mina untuk melanjutkan rangkaian ibadah mabit serta lontar jumrah.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian pergerakan jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah dan dilanjutkan ke Mina berjalan sesuai rencana operasional. Pergerakan terakhir jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah berlangsung pada pukul 02.40 waktu Arab Saudi, sementara proses pergerakan dari Muzdalifah menuju Mina selesai pada pukul 07.00 waktu Arab Saudi dan area Muzdalifah telah dinyatakan steril,” ujar Maria di Jakarta, Rabu (27/5/2026).

Menurut Maria, keberhasilan proses Armuzna tidak lepas dari sinergi petugas haji Indonesia, otoritas Arab Saudi, serta kedisiplinan jemaah dalam mematuhi arahan selama fase puncak haji berlangsung. “Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jemaah haji Indonesia atas kedisiplinan, ketertiban, dan kepatuhan dalam mengikuti seluruh arahan petugas. Ketertiban jemaah menjadi salah satu kunci utama kelancaran pergerakan Armuzna tahun ini,” katanya.

Untuk mendukung pelayanan selama fase Mina, sebanyak 751 petugas haji disiagakan di berbagai titik layanan. Mereka ditempatkan di tenda-tenda jemaah, pos pelayanan sepanjang jalur menuju Jamarat, hingga Masjidil Haram. Petugas tersebut dibagi ke dalam 10 satuan ad hoc yang masing-masing bertanggung jawab terhadap 11 hingga 13 markas atau kawasan tenda jemaah. “Penguatan layanan ini dilakukan agar jemaah mendapatkan pendampingan, pelindungan, dan bantuan secara cepat serta terkoordinasi selama fase Mina berlangsung,” ujar Maria.

Pos terkait