Mantan Komisioner KPK Bambang Widjojanto menepis anggapan bahwa pendakwah Khalid Basalamah diperiksa KPK sebagai saksi ahli terkait dugaan korupsi kuota haji. “Dia dipanggil karena tahu peristiwa,” tegas BW.
_______
“Enggak benar kalau dibilang beliau (Khalid) dipanggil sebagai ahli. Ini masih tahap penyelidikan, bukan pembuktian,” imbuh Wakil Ketua KPK periode 2011–2015 itu, dikutip dari kanal YouTube-nya, Rabu, 2 Juli 2025.
Pria yang akrab disapa BW tersebut menekankan bahwa Khalid diperiksa karena dianggap memahami fakta-fakta terkait distribusi kuota haji khusus—bukan sebagai ahli hukum atau kebijakan.
Khalid Basalamah diketahui memiliki biro perjalanan ibadah bernama Uhud Tour, yang tahun lalu diduga menerima kuota haji furoda—jenis kuota non-reguler yang diduga menjadi celah praktik penyimpangan di era Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.
“Ustaz itu diperiksa karena memahami peristiwa. Beliau terlibat dalam konteks fakta, bukan karena status keulamaannya,” tegas BW.
BW juga menduga KPK tengah menelisik lebih jauh bagaimana kuota itu diperoleh: apakah sesuai prosedur atau melalui jalur pengaruh.
“Ini bukan soal tuduhan langsung, tapi proses klarifikasi. KPK ingin tahu apakah ada penyimpangan dalam distribusi kuota—seperti keistimewaan, biaya tambahan, atau pengaruh tokoh agama,” jelasnya.
Tak hanya Khalid, BW meyakini para pemilik biro haji besar lainnya juga akan dipanggil. “The big 10 travel pasti akan ikut diperiksa. KPK ingin tahu peta distribusi kuota—apakah adil atau justru timpang karena relasi kuasa dan pengaruh,” katanya.
Pemeriksaan Khalid oleh KPK, yang berlangsung pada Senin, 23 Juni 2025, sempat mengundang perhatian publik. Banyak warganet yang mengklaim sang ustaz dipanggil sebagai ahli, tapi di sisi lain, ada yang menduga di terlibat langsung.
Menanggapi polemik ini, Khalid sempat mengunggah klarifikasi melalui kanal YouTube-nya.
Dalam video tersebut, ia menegaskan bahwa kehadirannya di KPK adalah bentuk ketaatan sebagai warga negara. Ia juga menepis anggapan dirinya sebagai tersangka. “Antum tahu, kalau tersangka pakai baju apa di KPK? Saya tidak memakai itu,” ujarnya.




