Menkeu Purbaya mengingatkan BGN soal serapan anggaran Program Makan Bergizi Gratis. Dana nganggur bisa dialihkan untuk bayar utang atau kurangi defisit, meski program ini jadi prioritas Presiden Prabowo.
__________
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengancam akan mengambil alih anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) jika serapan yang dikelola Badan Gizi Nasional (BGN) tetap rendah. Dana yang tidak terserap rencananya akan dialihkan untuk membayar utang atau menutup defisit.
“Kalau di akhir Oktober kita bisa hitung dan kita antisipasi penyerapan hanya akan sekian, ya kita ambil. Kita sebar ke tempat lain atau untuk mengurangi defisit atau untuk mengurangi utang. Jadi pada dasarnya tidak ada uang nganggur di departemen ataupun di kementerian,” kata Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (19/9).
Meski MBG merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, Purbaya menegaskan perlakuan terhadap anggarannya tetap sama seperti program kementerian/lembaga lain. Kemenkeu menerapkan prinsip stick and carrot untuk memacu kinerja.
“Kalau bisa lebih cepat, ditambah lagi uangnya. Tapi kalau kelihatannya tidak mungkin, ya kita evaluasi. Kami bantu kalau bisa,” ujarnya.
Purbaya menyebut BGN sudah menyetujui pengembalian dana yang tidak terserap. Namun, ia tetap ingin membantu agar penyerapan lebih cepat. “Kalau enggak ada sanksi, ya mereka santai-santai aja lah,” tegasnya.
Untuk memastikan anggaran terserap maksimal, Kemenkeu akan menugaskan pegawainya ke BGN guna mendampingi pengelolaan anggaran. “Treatment-nya sama, kalau memang bisa kita lihat dan coba bantu, termasuk ngirim manajemen, biar kerja,” tambahnya.
Data BGN per 8 September 2025 mencatat realisasi anggaran MBG baru Rp15,7 triliun dari total pagu Rp71 triliun. Sementara dana Rp6 triliun untuk pembangunan 1.542 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) belum terserap sama sekali.
“Kita memiliki anggaran Rp6 triliun untuk membangun 1.542 SPPG. Sampai sekarang belum bisa membangun satu pun, masih dalam proses,” ujar Kepala BGN, Dadan Hindayana.***





