Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Penyakit Zoonosis, Fokus Cegah Wabah Sejak Dini

Pencegahan Penyakit Zoonosis
Lokakarya Edukasi Pencegahan Penyakit Zoonosis yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya bersama Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Portal Kesehatan Masyarakat (Portkesmas), serta Kelompok Kerja Risk Communication and Community Engagement (Pokja RCCE). (Dinkominfo Surabaya)

Pemkot Surabaya perkuat kesiapsiagaan hadapi penyakit zoonosis lewat kolaborasi lintas sektor. Fokus surveilans, edukasi masyarakat, dan koordinasi antarlembaga agar potensi wabah dicegah sejak dini.


Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman penyakit zoonosis atau penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia melalui kolaborasi lintas sektor. Langkah ini dilakukan untuk memastikan potensi wabah dapat dicegah sejak dini melalui penguatan sistem surveilans, komunikasi risiko, edukasi masyarakat, serta koordinasi antarlembaga.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Lokakarya Edukasi Pencegahan Penyakit Zoonosis yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya bersama Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Portal Kesehatan Masyarakat (Portkesmas), serta Kelompok Kerja Risk Communication and Community Engagement (Pokja RCCE).

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah, instansi kesehatan, organisasi kemasyarakatan, Tim Penggerak PKK, Palang Merah Indonesia (PMI), PD Pasar Surya, puskesmas, puskeswan, hingga insan media. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi risiko, meningkatkan partisipasi masyarakat, sekaligus membangun koordinasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman penyakit zoonosis.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Surabaya, dr. Atiek Tri Arini, mengatakan bahwa kesiapsiagaan merupakan kunci utama dalam mencegah penyakit zoonosis berkembang menjadi wabah.

“Karena itu, Dinkes Surabaya terus memperkuat sistem surveilans, meningkatkan koordinasi dengan sektor kesehatan hewan dan lingkungan, serta mengintensifkan edukasi kepada masyarakat agar memahami risiko dan langkah pencegahan sejak dini,” kata dr. Atiek, dikutip Minggu (26/7/2026).

Salah satu fokus pengawasan Dinkes Surabaya, lanjut dr. Atiek, adalah mengantisipasi peningkatan kasus penyakit pada musim hujan, terutama leptospirosis. Untuk itu, Dinkes secara rutin menerbitkan surat edaran kepada seluruh UPT, kecamatan, dan kelurahan mengenai kewaspadaan terhadap banjir beserta potensi penyakit yang dapat menyertainya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan