Viral Diduga Ajak Anak Mengemis, Ayah di Surabaya Buka Suara

Ayah di Surabaya Diduga Ajak Anak Mengemis
Sunardi saat menggendong sang buah hati. (Dinkominfo Surabaya)

Ayah di Surabaya membantah tuduhan menelantarkan dan mengeksploitasi anaknya. Pemkot Surabaya memastikan kondisi anak baik dan tidak mengalami trauma.

Viral kisah seorang ibu di Surabaya yang mengaku tengah berupaya mendapatkan kembali anaknya Aluna yang berusia lima tahun. Perempuan tersebut menyebut anaknya dibawa mantan suaminya sejak awal Maret 2026 setelah sebelumnya diantar menginap saat libur sekolah.

Namun, ketika hendak dijemput untuk kembali bersekolah, mantan suaminya disebut menolak mengembalikan anak tersebut.

Menanggapi kabar yang beredar, Sunardi selaku ayah Aluna membantah informasi yang menyebut dirinya menelantarkan maupun mengeksploitasi putrinya.

Bacaan Lainnya

“Saya memberikan Aluna pendidikan yang baik, memberi nafkah yang baik, memberi makan selayaknya seorang ayah kepada anak. Apa yang diceritakan di luar itu semua tidak benar. Itu semua fitnah,” tegas Sunar, Sabtu (1/8/2026).

Ia juga membantah tuduhan bahwa putrinya pernah diajak mengamen ataupun mengemis. “Apa yang diceritakan di luar itu semua tidak benar. Saya enggak pernah menyuruh anak saya ngamen, mengemis,” tuturnya.

Pernyataan serupa juga disampaikan kakak kandung Sunardi, Hariyanto. Menurut dia, Aluna selama ini diasuh dengan baik oleh ayahnya dan kebutuhan sehari-harinya juga terpenuhi. “Kalau Aluna sama ayahnya ya baik-baik saja. Kalau di pasar (Keputran) ya sekadar main. Kalau terkait kayak makan sudah dicukupi sama ayahnya,” ujar Hariyanto.

Ia juga membantah tuduhan bahwa keponakannya pernah diajak mengemis atau ditelantarkan oleh Sunar. “Enggak pernah diajak ngemis, itu enggak pernah. Apalagi ditelantarkan, itu enggak ada,” katanya.

Bahkan, Hariyanto mengaku jika keluarga besar Sunar juga turut membantu merawat Aluna. “Semua saudaranya Sunar tanggung jawab sama keponakan, bantu. Kasih jajan, kasih makan. Enggak pernah ditelantarkan,” tegas dia.

Menurut Hariyanto, selain sekolah, keseharian Aluna juga lebih banyak dihabiskan dengan bermain bersama saudara dan anak-anak lain. “Kalau di Pasar Keputran itu ya main sama saudaranya, ya lari-lari gitu. Ya, sama anak saya, sama anak tetangga juga,” ungkap dia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan