Sementara Irto menerangkan, pada 2022, Pertamina Patra Niaga telah menambah sebanyak 22.000 pangkalan pelayanan yang tersebar di Indonesia. “Sedang kami review, termasuk dengan rencana implementasi uji coba (pembelian elpiji 3 kg dengan menunjukkan KTP) di daerah lain. Ini masih kami koordinasikan dengan pihak regulator,” ujar Irto.
Hingga saat ini Kementerian ESDM bersama Pertamina masih melakukan uji coba sistem ini di lima kecamatan yang berada di Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Semarang, Kota Batam, dan Kota Mataram. Pertamina juga tengah menyinkronkan data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) dengan data pembeli elpiji 3 kg.
Masyarakat yang sudah masuk dalam database P3KE bisa langsung membeli elpiji melon dengan menunjukkan KTP. Sedangkan bagi masyarakat yang datanya belum masuk dalam P3KE, Pertamina akan melakukan pembaruan data mereka, baru kemudian mereka dapat membeli elpiji dengan menunjukkan KTP.
Namun, Irto menegaskan, saat ini Pertamina belum menerapkan pembatasan pembelian elpiji 3 kg secara serentak di Indonesia, meski pembelian dilakukan dengan pendataan. Oleh karena itu, masyarakat masih bisa membeli elpiji 3 kg seperti biasa tanpa perlu takut kehabisan kuota harian.
(Yadi)





