Pertamax Naik, Pertamina Pastikan Pasokan Jatim Aman

Harga Pertamax
Ilustrasi BBM. - Pixabay
Di tengah kenaikan Pertamax hampir Rp4.000 per liter, Pertamina tegaskan stok BBM di Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara dalam kondisi terjaga penuh.

Kenaikan harga Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 (RON 95) mulai 10 Juni 2026 memicu kekhawatiran soal pasokan di daerah.

Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus langsung memastikan ketersediaan BBM di wilayahnya tidak terganggu.

Bacaan Lainnya

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi menegaskan stok seluruh produk dalam kondisi aman. “Kondisi stok untuk semua produk, baik BBM non-subsidi maupun subsidi, dalam posisi terjaga,” ujar Ahad, Rabu (10/6/2026).

Ia juga memastikan distribusi berjalan tanpa hambatan. “Kondisi penyaluran untuk semua produk dalam wilayah Regional Jatimbalinus terpantau lancar dan tanpa kendala. Tentunya akan terus kami jaga,” katanya.

Dua Pemicu Kenaikan Harga

Ahad menjelaskan dua faktor yang mendorong penyesuaian harga kali ini. “Pertamax ini termasuk kategori BBM non-subsidi. Faktornya ada dua: kita masih memonitor perkembangan konflik geopolitik Timur Tengah dan perubahan atau pelemahan kurs nilai tukar mata uang asing,” kata Ahad.

Kenaikan ini merupakan yang pertama untuk Pertamax sejak perang Israel-Iran pecah pada 28 Februari 2026 — konflik yang langsung mendorong lonjakan harga minyak dunia.

Harga Pertamax (RON 92) kini Rp16.250 per liter, naik Rp3.950 dari sebelumnya Rp12.300 per liter. Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menyatakan kebijakan ini telah dikoordinasikan dengan pemerintah. “Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator,” ujar Roberth, Rabu (10/6/2026).

Subsidi Tak Berubah

Pertamax Turbo tetap Rp20.750 per liter, Dexlite Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp24.800 per liter.

BBM bersubsidi juga tidak bergerak: Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan