Indonesia bersiap mencetak sejarah global sebagai negara pertama yang mengadopsi gas bumi terkompresi atau CNG ukuran tiga kilogram untuk memasak.
Pemerintah Republik Indonesia terus melakukan inovasi besar dalam mempercepat program transisi energi domestik. Langkah strategis diambil dengan memanfaatkan potensi gas bumi lokal sebagai alternatif utama pengganti gas minyak cair atau LPG yang selama ini mayoritas diperoleh melalui jalur impor.
Melalui terobosan terbaru ini, pasokan energi untuk sektor rumah tangga diproyeksikan menjadi jauh lebih mandiri dan hemat. Pengemasan gas bumi ke dalam tabung berukuran mini ini diklaim menjadi yang pertama kali diterapkan dalam sejarah industri energi global.
“Kita akan menjadi pionir di dunia yang memanfaatkan CNG dalam kemasan kecil tiga kilogram untuk kebutuhan memasak masyarakat,” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji dikutip Rabu, 20 Mei 2026. Menurut Tutuka, langkah ini krusial demi menekan defisit kas negara.
Tekan Ketergantungan Impor LPG
Kebijakan pengalihan ke gas bumi terkompresi ini ditargetkan mampu mengurangi beban subsidi energi secara signifikan. Selama ini, pemenuhan kebutuhan LPG tabung melon di tingkat nasional masih sangat bergantung pada dinamika harga pasar internasional dan rantai pasok global.
Uji coba distribusi tabung gas baru ini akan dilakukan secara bertahap di beberapa wilayah pilot proyek yang memiliki akses dekat dengan sumber sumur gas bumi. Sistem pengisian ulang digital juga disiapkan untuk menjamin keamanan distribusi pasokan ke masyarakat.
Keamanan Terjamin Seratus Persen
Pemerintah memastikan bahwa teknologi tabung yang digunakan untuk menampung gas bumi terkompresi ini telah melewati uji ketahanan tekanan tinggi yang sangat ketat. Karakteristik makro dari bahan CNG ini bahkan dinilai jauh lebih aman dan cepat mengurai di udara bebas jika terjadi kebocoran kecil.
Dengan tingkat keamanan yang diklaim mencapai seratus persen, masyarakat diimbau tidak perlu khawatir untuk beralih. Program hilirisasi energi bersih ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengeluaran harian dapur keluarga sekaligus mendukung tercapainya target emisi nol bersih di masa depan.***





