“Kesalahan itu juga sama kolega-koleganya Dadan, yang setiap kali rapat kabinet ada itu di ruangan. Basi tuh orang-orang itu semua. Mereka emang nggak pernah mendengarkan keluhan rakyat?” ujarnya.
MBG Diminta Berhenti Sementara
Atas dasar itu, penghentian sementara MBG dinilai menjadi pilihan paling rasional. Hendri menyarankan pemerintah kembali ke model proyek percontohan agar beban fiskal lebih terkendali dan risiko penyimpangan bisa ditekan.
“Jadi mending dihentikan sementara, bikin pilot project, fiskal selamat, kan beberapa kali jadi pahlawan tuh Pak Prabowo,” kata Hendri.
Menurut dia, penghentian sementara bukan berarti membatalkan MBG secara permanen. Langkah itu justru dapat memberi waktu bagi pemerintah untuk memperbaiki sistem, menguji model pelaksanaan, dan memastikan anggaran tidak kembali bocor.
Kejaksaan Agung sebelumnya menetapkan Dadan Hindayana sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi tata kelola MBG tahun 2025–2026. Dua mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung, juga ikut dijerat.
Penyidik mengungkap dugaan penyimpangan dalam tata kelola dapur SPPG, pengadaan barang, serta relasi yayasan yang disebut terafiliasi dengan pejabat BGN. Nilai kerugian negara dalam perkara ini masih dihitung.
Dengan posisi fiskal yang menjadi sorotan, kasus Dadan kini tidak hanya menguji penegakan hukum. Ia juga menguji keberanian pemerintah mengevaluasi program prioritas yang sejak awal menyedot anggaran besar negara.***





