Kasus Dadan dinilai bukan sekadar korupsi MBG. Skandal ini disebut sudah menyentuh fiskal negara dan jadi alasan kuat menghentikan sementara program.
Kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, dinilai telah melebar dari persoalan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis ke risiko fiskal negara.
Kritik itu menguat setelah muncul desakan agar Presiden Prabowo Subianto menghentikan sementara MBG demi menyelamatkan anggaran dan membenahi tata kelola program.
Pengamat politik Hendri Satrio menilai persoalan Dadan tidak bisa hanya dibaca sebagai penyimpangan di tubuh BGN. Menurut dia, skandal itu ikut menekan fiskal dan memperberat kehidupan masyarakat.
“Ini tuh kesalahannya si Dadan itu, dia pake itu duit fiskal, panjang urusannya sampai hari ini. Sembako naik, harga-harga yang lain naik, PHK di mana-mana. Kita susah hidupnya semua, itu kesalahannya Dadan,” kata Hendri, Selasa (9/6/2026).
Hendri menyebut persoalan ini lebih dalam dari sekadar korupsi program makan gratis. Ia menilai penggunaan anggaran fiskal untuk memperkaya diri membuat dampaknya merembet luas.
“Dia bukan cuma korupsi MBG doang, dia pakai itu fiskal buat memperkaya diri sendiri,” ujarnya.
Fiskal Jadi Titik Kritik
Kritik terhadap MBG juga mengarah pada cara pemerintah mengevaluasi program. Hendri menilai klaim pelibatan masyarakat tidak sejalan dengan respons pemerintah terhadap kritik yang muncul sejak awal pelaksanaan MBG.
“Basi tuh kalau orang-orang pemerintah itu bilang melibatkan masyarakat. Apa? Dari awal kita sudah dengarkan. Dari awal kami sudah ingatkan. Tapi hasilnya apa? Dimarahin anak-anak yang foto MBG,” kata Hendri.
Menurut dia, sejak awal kritik publik terhadap pelaksanaan MBG tidak benar-benar dijadikan bahan koreksi. Pemerintah, kata Hendri, justru tampak lebih mudah menerima pujian dibanding masukan dari masyarakat.
Ia juga menyoroti budaya asal bapak senang di sekitar pengambilan keputusan program. Dalam pandangannya, para pejabat yang mengetahui masalah MBG seharusnya berani menyampaikan keberatan sebelum skandal itu pecah.





